Jumlah ODP di Cianjur Melonjak, Didominasi Pemudik dari Jabodetabek

Antara ยท Rabu, 22 April 2020 - 18:15 WIB
Jumlah ODP di Cianjur Melonjak, Didominasi Pemudik dari Jabodetabek
Ilustrasi (Foto: Ist)

CIANJUR, iNews.id - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus meningkat didominasi pemudik dari zona merah corona seperti Jabodetabek. Sehingga mereka wajib isolasi selama 14 hari.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengintruksikan tim dan relawan di posko yang ada di tiap desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap ODP. Selain itu mengimbau warga menerapkan social distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona.

"Terhitung hari ini, laporan yang kami dapatkan 28 ribu pemudik sudah sampai ke kampung halamannya di Cianjur karena memaksa mudik lebih awal akibat PSBB sudah dilakukan di kota tempat mereka merantau," kata Herman Suherman, Rabu (22/4/2020).

Mereka yang memaksa untuk tetap pulang kampung, menurut dia, akan mendapat pengawasan ketat dari tim di posko yang sudah terbentuk di sebagian besar desa hingga ke pelosok Cianjur dibantu ketua RT dan warga sekitar agar dijalankan pemudik yang masuk ODP.

"Hari ini berdasarkan laporan satgas, jumlah ODP di Cianjur, meningkat menjadi 610 orang yang didominasi perantau yang pulang lebih awal. Mereka juga diwaspadai sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sulit dideteksi kesehatannya, sehingga dilakukan berbagai upaya antisipasi," katanya.

Bagi pemudik atau warga yang mempunya gejala seperti penyakit virus corona segera lapor tim medis terdekat. Dia berharap pemudik dalam kondisi sehat saat pergi ke kampung halamannya.

"Kalau yang memiliki gejala atau sakit, silahkan hubungi tim di posko tingkat desa atau tim medis di puskesmas setempat. Harapan kami mereka yang mudik lebih awal kondisinya sehat dan tidak membawa oleh-oleh ke kampung halamannya," kata Herman.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan pihaknya akan lebih meningkatkan pemeriksaan di perbatasan bersama Satgas Covid-19 Cianjur, sesuai dengan larangan Presiden RI terkait mudik yang akan berlaku mulai 24 April.

"Kami masih menunggu arahan SOP yang akan diterapkan dalam melaksanakan larangan presiden tersebut. Namun sejak satu bulan terakhir, kami bersama satgas sudah menerapkan berbagai pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," katanya.


Editor : Faieq Hidayat