get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Nyi Roro Kidul, dari Putri Terbuang hingga Penguasa Jin Pantai Laut Selatan 

Ritual di Pantai Selatan Jawa Barat, dari Syukur Pasisiran hingga Hajat Laut

Selasa, 22 Februari 2022 - 16:45:00 WIB
Ritual di Pantai Selatan Jawa Barat, dari Syukur Pasisiran hingga Hajat Laut
Warga pesisir Pantai Barat, Pangandaran menggelar Hajat Laut dengan melarung dongdang atau sesaji. Ritual adat ini digelar masyarakat yang tinggal di pesisir pantai selatan. (Foto: iNews/IRFAN RAMDIANSYAH)

PENYERAHAN tumbal atau persembahan di pantai selatan Jawa sering kali terdengar. Banyak individu atau masyarakat yang melakukan perjanjian atau ritual tersebut demi mendapatkan kekayaan. Di sisi lain, ada juga ritual yang dilakukan guna memohon keselamatan atau sebagai ucapan rasa syukur. 

Masyarakat Jawa Barat yang tinggal di tepi laut selatan, seperti Cianjur, Garut, Pangandaran, dan Sukabumi, memiliki tradisi ritual memberikan persembahan. Berikut daftar ritual adat di laut selatan Jawa Barat:

Syukur Pasisiran

Syukur Pasisiran merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan ini biasa diadakan sebagai bentuk rasa syukur kepada sosok yang mereka yakini sebagai penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul. 

Dia dianggap telah memberikan hasil panen yang melimpah dan turut menjaga keselamatan nelayan selama mencari ikan. Biasanya Syukur Pasisiran dilakukan saat hari penting tertentu, seperti HUT RI atau HUT Kabupaten Cianjur.

Berbagai persembahan diarak menuju laut di awal kegiatan. Sebelumnya, barang-barang persembahan ini dikumpulkan di suatu tempat, seperti rumah juru kunci atau tokoh masyarakat yang memimpin ritual atau upacara itu.

Salah satu persembahan yang paling menarik perhatian adalah kepala kerbau. Setelah diarak, persembahan itu kemudian dibawa ke tengah laut untuk dilarung. Masyarakat Cianjur biasanya melakukan Syukur Pasisiran di Pantai Jayanti, Pantai Batu Kukumbung, Pantai Sereg atau Pantai Apra. 

Nyalawena

Dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya bertajuk ‘Mitos Nyi Roro Kidul Dalam Kehidupan Masyarakat Cianjur Selatan’, disebutkan bahwa Nyalawena merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah Cianjur Selatan, Jawa Barat. 

Ritual ini bisa dilakukan di Sindangbarang, setiap tanggal 25 bulan Islam tahun Hijriyah. Sementara itu, ritual serupa juga dilakukan di pantai Garut Selatan di waktu sama. 

Istilah lain yang digunakan untuk ritual ini adalah ‘Ngala Impun’ yang berarti menangkap ikan kecil. Sebelum melakukan Nyalawena, masyarakat terlebih dahulu memberikan persembahan kepada Nyi Roro Kidul dan si Pacul.

Si Pacul dikisahkan merupakan seorang pendatang yang bekerja di sekitar Sindangbarang. Dia amat tekun hingga lupa waktu. Si Pacul mengabaikan waktu sholat bahkan waktu sholat Jumat juga dia lewatkan demi bekerja. 

Sampai suatu hari, si Pacul hilang begitu saja. Satu barang yang berhasil ditemukan dari orang itu hanyalah pacul. Sejak saat itu, masyarakat mengimbau setiap pendatang agar menghargai waktu.

Perjanjian Nyi Blorong

Pantai selatan Jawa juga menjadi lokasi ritual yang memakan tumbal seperti perjanjian Nyi Blorong. Melansir SINDOnews, pesugihan ini dilakukan agar mendapatkan kekayaan. Seseorang yang memiliki perjanjian dengan Nyi Blorong harus menyediakan sesajen yang diletakkan di kamar khusus. 

Setelah perjanjian dibuat, sisik ular yang berwarna emas akan rontok. Sisik emas itulah yang kemudian membuat seseorang menjadi kaya raya. Tidak gratis, perjanjian ini meminta tumbal. Pelaku pesugihan wajib menyerahkan dirinya sebagai budak di laut selatan.

Ngaruwat

Sama seperti prosesi ruwatan pada umumnya, Ngaruwat ala pantai selatan Jawa Barat ini juga meminta keselamatan kepada Tuhan dan Nyi Roroi Kidul sebagai penguasanya. Dalam jurnal ‘Mitos Nyi Roro Kidul Dalam Kehidupan Masyarakat Cianjur SelatanNgaruwat dipimpin oleh seorang juru ruwat, bisa tokoh masyarakat dan ulama setempat.

Ngaruwat diikuti oleh masyarakat umum. Namun terkadang hanya diikuti oleh orang-orang tertentu saja, terutama mereka yang akan mempunyai hajat. Selain Cianjur, Ngaruwat juga digelar oleh masyarakat Pangandaran dan Sukabumi yang tinggal ditepi laut selatan.

Hajat Laut

Warga pesisir laut selatan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menggelar hajat laut dengan melarung sesaji. Mereka menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti membatasi jumlah peserta dan wajib mengenakan masker.    

Meski pesta hajat laut kali ini tanpa kirab perahu dan dongdang atau sesaji, namun tradisi syukuran nelayan di pesisir pantai selatan tersebut, tetap mengundang kerumunan masyarakat. Hajat laut dilaksanakan serentak di beberapa titik, salah satunya Pantai Barat, Pangandaran.

Hajat laut merupakan tradisi turun temurun yang biasa dihelat masyarakat pesisir, terutama di wilayah pantai selatan. Warga pesisir Pangandaran biasa menyelenggarakan hajat laut setiap bulan Syura.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut