Jembatan Sungai Cimedang Tasikmalaya Ambruk Diterjang Banjir Bandang

Asep Juhariyono ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 21:22 WIB
Jembatan Sungai Cimedang Tasikmalaya Ambruk Diterjang Banjir Bandang
Jembatan Sungai Cimedang, Tasikmalaya, Jabar ambruk, Jumat (19/6/2020). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Jembatan Sungai Cimedang yang menghubungkan antaradesa Sindangasih dan Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya ambruk diterjang banjir bandang, Jumat (19/6). Akibat kejadian tersebut akses jalan dua warga desa terputus.

Komandan Komando Militer (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana mengatakan, pihaknya telah menurunkan personel untuk mengecek ke lokasi kejadian. Jika memungkinkan akan dibuat jembatan darurat untuk akses warga.

"Kami sedang mencari akses jalan lainnya yang ada di lapangan. Kemungkinan, kami akan membuat jembatan darurat. Insya Allah besok pagi kami akan mulai beraksi," kata Wicaksana, Jumat (19/6/2020).

Dia menyebutkan tak ada warga yang terisolasi akibat putusnya jembatan itu. Menurutnya, masih terdapat akses jalan lain yang bisa dilalui warga. Hanya saja, jalan itu lebih jauh dan sempit.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, terjadi sejumlah bencana pada Jumat (19/6/2020). Selain jembatan putus di Kecamatan Cikatomas, terdapat pula bencana tanah longsor di Kecamatan Cigalontang, Gunungtanjung, Cibalong, Sukaraja, Puspahiang, dan Parungponteng. Sementara itu, di Kecamatan Karangnunggal dan Sukaresik terjadi banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, jembatan di Sungai Cimedang ambruk sekira pukul 02.00 WIB. Banjir bandang itu disebabkan sungai tidak mampu menahan debit aliran air akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis sore (18/6/2020).

Terkait bencana alam yang terjadi, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan, wilayahnya memang merupakan daerah rawan bencana nomor dua di Jawa Barat, terutama bencana tanah longsor. Bencana itu merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi, sehingga butuh anggaran tak terduga.

"Kami minta wilayah yang longsor, desa menyiapkan BTT (biaya tak terduga). Kami sebenarnya sudah siapkan anggaran Rp14 miliar, tapi itu kan dipakai untuk Covid-19," ucap Ade.


Editor : Nani Suherni