IWAPI: Santri Zaman Now Harus Mandiri dan Bisa Menjadi Pengusaha

Kastolani ยท Jumat, 09 Agustus 2019 - 12:32 WIB
IWAPI: Santri Zaman Now Harus Mandiri dan Bisa Menjadi Pengusaha
Suasana saat pelatihan wirausaha oleh IWAPI Ranting Leuwiliang Kabupaten Bogor kepada ratusan santriwati Ponpes Nurul Iman Alhasanah. (Foto: Istimewa)

BOGOR, iNews.id – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bogor menggelar pelatihan entrepreneur yang diikuti 300-an santri putri Pondok Pesantren Nurul Iman Alhasanah, Kamis (8/8/2019). Kegiatan ini sekaligus dorongan agar para santri berani untuk berwirausaha dan menjadi generasi Indonesia yang siap menghadapi tantangan zaman dan persaingan usaha.

Ketua IWAPI Ranting Leuwiliang Ratnawati mengatakan, santri zaman now harus bisa mandiri dan menjadi pengusaha sehingga menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

“Saya berharap kepada santri yang akan menjadi calon-calon pengusaha untuk terus bergerak dan mandiri sampai menjadi pengusaha sukses,” ujarnya dalam pelatihan tersebut.

Menurutnya, menjadi seorang pengusaha tidak harus sekolah tinggi-tinggi, melainkan ada kemauan dan kemampuan.

“Jadi bukan karena uang saja. Tetapi haru ada kemauan dan kemampuan baru sukses,” katanya.

Menurutnya, para santri inilah yang akan menjadi pengusaha Islami. Karena Nabi Muhammad SAW juga merupakan seorang pengusaha yang sukses.

“Kita sebagai umatnya harus mengikuti jejaknya. Kuatkan niat dan iman. Jangan sampai iman kita tergadaikan gara-gara kita tidak memiliki uang dan usaha,” ucapnya.

Ratnawati mengungkapkan, sebagai seorang santri jangan hanya mempelajari ilmu akhirat saja, melainkan ilmu dunia (bisnis) harus juga di pelajari. Bagaimana antara ilmu akherat dan ilmu dunia bisa seimbang (balance).

“Kalau ilmu dunia dan akhirat sama baiknya, maka tinggal suksesnya saja. Dan menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat,” tuturnya.

Dia optimistis, jika para santri calon pengusaha-pengusaha yang Islami ini memiliki kemantapan iman dan kemauan untuk menjadi orang yang sukses. Karena ciri-ciri orang sukses itu yakni anak yang perihatin dan berbakti kepada orangtua.

“Saya yakin santri yang hadir menjadi santri yang sukses dan mandiri,” ujar.

Sementara itu, pemimpin Pondok Pesantren Nurul Iman Alhasanah Hj Ani mengapresiasi langkah program IWAPI melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan.

“Mudah-mudahan apa yang diajarkan bisa memberikan manfaat besar untuk bekal di masa yang akan datang,” kata Ani.

Pascapelatihan, pihak ponpes berencana akan terus mengembangkan bakat-bakat para santri sampai menguasai ilmu usaha dan menularkan kepada yang lain.

“Jadi kami akan pilih mana santri yang memiliki bakat pengusaha dan kemudian menularkan ilmunya kepada santri lain,” tuturnya

Dia berharap, kerja sama antara ponpes dan IWAPI terus berlanjut sehingga para santri menjadi generasi Indonesia yang siap menghadapi tantangan zaman dan persaingan usaha.

Diketahui, dalam pelatihan tersebut, para santriwati diajarkan IWAPI yakni cara pembuatan kripik tahu, kue, kerajinan tangan, sampai membuat cupcake dan meronce, serta keterampilan lainnya. Keterampilan ini diharapkan bisa dijadikan sebagai dorongan dan modal membangun usaha.


Editor : Donald Karouw