get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 10 Januari 2026, Cek Lokasinya

Isu Beras Langka dan Mahal, Satgas Pangan Polda Jabar: Stok Aman, Jangan Panic Buying

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:02:00 WIB
Isu Beras Langka dan Mahal, Satgas Pangan Polda Jabar: Stok Aman, Jangan Panic Buying
Satgas Pangan Polda Jabar dan Bareskrim Polri saat memantau ketersediaan beras di Pasar Tradisional Kosambi Kota Bandung, Rabu (21/2/2024). (Foto: iNews/Agus Warsudi)

BANDUNG, iNews.id - Satgas Pangan Polda Jabar dan Bareskrim Polri memantau ketersediaan beras di Pasar Tradisional Kosambi dan pasar modern di Kota Bandung, Rabu (21/2/2024). Pemantauan dilakukan untuk menyikapi isu beras langka dan mahal saat ini.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jabar Kombes Pol Deni Okvianto mengatakan, berdasarkan hasil pantauan, ketersediaan beras di Pasar Kosambi aman. Harga beras juga masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Kami hadir di sini terkait ketersediaan dan distribusi beras, baik premium maupun medium. Beras SPHP (Stabilisasi Persediaan dan Harga Pangan) dari Bulog sejauh ini pantauan cukup aman dan tersedia di pasaran," ujar Deni, Kamis (24/2/2024).

Menurutnya, tiga pekan menjelang bulan puasa Ramadan, ketersediaan beras aman dan dijual pasar-pasar tradisional serta toko ritel. Pembatasan penjualan oleh ritel dilakukan agar tidak ada panic buying dan melakukan penimbunan untuk dijual kembali.

"Ketersediaan beras aman. Masyarakat diimbau tidak panic buying. Karena itu supermarket membuat kebijakan dibatasi untuk pembelian satu orang satu beras," katanya.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distibusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Nenny Fasyaini mengatakan, kelangkaan dan kenaikan harga beras terjadi dalam beberapa waktu terakhir akibat badai El Nino yang membuat pergeseran musim tanam.

"Pergeseran musim tanam otomatis akan berpengaruh terhadap panen. Sehingga menimbulkan tadi, hasil yang produksi petani agak berkurang. Hasil berkurang berarti permintaan naik, harga akan naik," ucapnya.

Dia mengatakan, ketersediaan beras sempat kosong di ritel-ritel karena kenaikan batas HET beras dari produsen. Karena itu, ritel kesulitan melakukan penjualan karena ada kenaikan harga beras.

"Batas HET itu Rp13.900. Apabila di penggilingan sudah Rp15.000, bagaimana mau masuk ke retail-retail dengan harga itu? Harga itu yang belum ada kesepakatan kemarin antara retail dengan distributor," ujarnya.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut