Intens Lacak Kontak Erat Pasien Positif, Ridwan Kamil: Sebaran Corona Terkendali

Agung Bakti Sarasa, Sindonews ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 07:12 WIB
Intens Lacak Kontak Erat Pasien Positif, Ridwan Kamil: Sebaran Corona Terkendali
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto Humas Pemprov Jabar).

BANDUNG, iNews.id - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat melakukan pelacakan kontak erat pasien dalam upaya pengendalian virus corona. Pelacakan tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan konsistensi pelacakan kontak yang dilakukan Provinsi Jabar menjadi salah satu faktor sebaran virus corona di Jabar terkendali.

"Setiap satu yang kena dan satu meninggal karena COVID-19, itu lingkungan keluarga, temannya, semuanya contact tracing. Itu jadi sudah jadi standar prosedur gugus tugas. Makanya (sebaran Covid-19) agak terkendali karena kami agresif (dalam pelacakan kontak)," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Sabtu (4/7/2020).

Sementara itu, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani mengatakan, menemukan orang yang pernah kontak dengan pasien positif adalah upaya strategis guna menyetop penularan.

"Pelacakan kontak didahului dengan mengidentifikasi kontak erat selama 14 hari ke belakang dari dilakukannya swab test. Selama 14 hari ini dianggap sebagai masa inkubasi terpanjang Covid-19," ucapnya.

Berli mengatakan, setiap orang yang diketahui berkontak dengan pasien positif Covid-19 akan dites dan diminta mengisolasi diri. Namun, melacak kontak pasien terkonfirmasi positif bukan hal mudah. Salah satu kendala adalah memastikan semua kontak erat terindentifikasi by name by address.

"Komunikasi dengan kontak kunci atau orang yang paling mengetahui dengan siapa saja dan kapan terjadi kontak jadi kendala kami. Begitu juga kecepatan dan ketepatan penetapan kontak," kata dia.

Komunikasi yang efektif dan persuasif, kata Berli, sangat penting guna menyelesaikan kendala dalam pelacakan kontak. Identifikasi pun mesti dilakukan secara sistematis berdasarkan kronologis kejadian.

"Saat ini, rasio pelacakan kontak Jabar ada di angka 25,12. Kami juga terus meningkatkan pelacakan kontak yang disertai dengan tes, baik rapid test maupun swab test," katanya.


Editor : Faieq Hidayat