Indeks Harga Konsumen Jabar Alami Deflasi Sebesar 0,23 Persen, Ada Apa?

Arif Budianto ยท Kamis, 01 Juli 2021 - 15:25:00 WIB
Indeks Harga Konsumen Jabar Alami Deflasi Sebesar 0,23 Persen, Ada Apa?
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardani. (Foto: iNews.id/Arif Budianto)

BANDUNG, iNews.id - Setelah sebelumnya sempat naik selama tiga bulan terakhir, kembali mengalami deflasi sebesar 0,23 persen pada Juni 2021 lalu. Turunnya indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Barat mayoritas disebabkan rendahnya harga sejumlah komponen pengeluaran. 

Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardhani, mengatakan, IHK Gabungan Jawa Barat seluruhnya mengalami deflasi. Terdiri atas tujuh kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya. 

"Indeks harga konsumen (IHK) dari 107,78 pada Mei 2021 menjadi 107,53 pada Juni 2021, sehingga terjadi deflasi sebesar 0,23 persen. Sehingga  laju inflasi dari tahun ke tahun dari Juni 2021 terhadap Juni 2020 tercatat sebesar 1,46 persen," kata Dyah, Kamis (1/7/2021).

Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat Juni 2021 seluruhnya mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi di Kota Bekasi sebesar 0,33 persen dan deflasi terendah di kota Tasikmalaya sebesar 0,05 persen. Deflasi di Kota Bogor sebesar 0,17 persen, Kota Sukabumi 0,12 persen, Kota Bandung 0,09 persen, Kota Cirebon 0,17 persen, dan Kota Depok 0,29 persen.

Menurut dia, terjadinya deflasi di Jawa Barat lantaran beberapa kebutuhan pengeluaran masyarakat. Tercatat, dari 11 kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,82 persen; Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,04 persen, Kelompok Transportasi sebesar 0,61 persen serta Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,01 persen.

"Kebutuhan yang mengalami penurunan harga diantaranya cabai rawit, tarif kereta api, angkutan antar kota, daging ayam ras, cabai merah, dan lainnya," katanya. 

Sementara yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,03 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,26 persen, Kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,15 persen, Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,26 persen, dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,10 persen. 

Secara spesifik, kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam ras, paket nasi ayam, minyak goreng, buncis, dan obat dengan resep. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: