Iming-Imingi Uang, Guru Les Privat di Bandung Cabuli 34 Siswa SD-SMP

Agus Warsudi ยท Senin, 21 Januari 2019 - 22:54 WIB
Iming-Imingi Uang, Guru Les Privat di Bandung Cabuli 34 Siswa SD-SMP
Guru les privat di bandung ditangkap polisi karena diduga telah mencabuli 34 siswanya. (Foto: ilustrasi)

BANDUNG, iNews.id – Aksi guru les privat berinisial DRP ini sangat bejat. Bermodalkan iming-mingi uang, pria tersebut tega mencabuli 34 murid laki-lakinya yang sebagian masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan SMP.

Kasus pencabulan tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis 15 November 2018 sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Mandala II Nomor 52 RT 11/02, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, perbuatan cabul tersangka DRP terungkap setelah polisi menerima laporan dari salah satu orang tua korban, DS.

Dia menyebutkan, jumlah anak yang menjadi korban kebiadaban DRP ada 34 siswa. Mereka antara lain CB, MR, DE, MSA, MA, FP, MZ, SRA, SK, SO, SL, FA, CHM, JTH, TN, CSN, GH dan FAL siswa SD. Kemudian korban siswa SMP, yakni CMY, RF, SRS, N, MA, SN, Y, WMG, AR, DRI, DM, AFR, FH, AGF, AC.

"Anggota Unit Perlindangan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku DRP," kata Irman di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (21/1/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada tersangka DRP maupun para korban, ujar Irman, modus operandi tersangka mencium dan mengelus alat vital korban. Kemudian, pelaku DRP menyuruh para korban menonton film porno yang diputar di laptop tersangka. Bahkan pelaku membiarkan para korban bermasturbasi. 

"Tersangka pun pernah melakukan masturbasi dengan alat vital tersangka disatukan dengan alat vital korban. DRP juga pernah menyodomi enam korban. Sisanya tindakan cabul biasa. Total semua korban ada 34 anak. Setelah melakukan perbuatan cabul itu, para korban diberi uang oleh tersangka DRP," ujar Irman.

Akibat perbuatannya, ungkap Irman, tersangka dijerat Pasal 82 juncto Pasal 30 juncto 76 E UU No 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Tersangka DRP terancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar," tandas Irman.


Editor : Kastolani Marzuki