Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Membusuk di Kontrakan, Suami Kabur

Yuwono ยท Rabu, 11 Juli 2018 - 16:49 WIB
Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Membusuk di Kontrakan, Suami Kabur
Petugas mengevakuasi jenazah ibu rumah tangga yang ditemukan di rumah kontrakan di kawasan Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (11/7/2018) siang. (Foto: iNews/Yuwono)

BANDUNG, iNews.id - Sesosok mayat perempuan ditemukan membusuk di rumah kontrakan di kawasan Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (11/7/2018) siang. Dari kondisinya, polisi memperkirakan korban sudah tewas sejak sepekan lalu. Jenazah korban pun dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.

Tim inafis dari Polres Cimahi diterjunkan untuk mengidentifikasi mayat Ai Suhaeti (46). Korban pertama kali ditemukan tewas oleh anak keduanya, Saeful Arif, dengan posisi tertelungkup di dalam kamar rumah kontrakannya.

Saat pertama kali ditemukan, rumah kontrakan korban dalam keadaan terkunci dari luar. Saeful lalu meminjam kunci cadangan kepada pemilik kontrakan untuk membuka rumah tersebut. Korban selama tiga tahun ini diketahui tinggal di rumah tersebut bersama suami keduanya yang bernama Sarifudin.

Sebelum ditemukan tewas, tetangga korban mengaku, hubungan pasangan ini kurang harmonis dan kerap cekcok urusan rumah tangga. Para tetangga terakhir mendengar korban bertengkar hebat dengan suaminya pada akhir pekan lalu. Setelah peristiwa pertengkaran tersebut, kondisi rumah sepi, sementara suami korban hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

“Terakhir ketemu hari Jumat (6/7/2018) pagi pukul 08.00 WIB. Dia memang sering cekcok sama suaminya. Terakhir cekcok itu malam Jumat. Habis itu saya tidak ketemu lagi,” ucap Dian, tetangga korban, Rabu (11/7/2018).

Menurut Dian, suami korban selama ini memang tempramen dan tak jarang memukul. “Dia (suami korban) juga pencemburu. Dia sering mengancam-mengancam korban setiap mau pergi ke tempat kerja,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Padalarang, AKP Kustiawan mengatakan dari identifikasi sementara, tidak ditemukan adanya luka-luka pada tubuh korban. Namun demikian, pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Secara kasat mata tidak ditemukan adanya bukti-bukti penganiayaan di tubuh korban. Namun untuk memastikan penyebab pasti kematiannya, kami tetap akan membawa jasad korban untuk diautopsi,” kata Kustiawan.

Korban Ai Suhaeti diketahui memiliki tiga anak dari suami pertamanya yang tinggal di kawasan Padalarang. Korban merupakan ibu rumah tangga, sementara suami keduanya bekerja serabutan. Terakhir, sang suami diketahui berprofesi sebagai pedagang asongan.

Kasus tewasnya korban kini sudah ditangani tim gabungan dari Reskrim Polsek Padalarang dan Polres Cimahi. Polisi belum berani menyimpulkan motif dibalik tewasnya ibu tiga anak yang diduga menjadi korban pembunuhan ini. Saat ini polisi masih mencari keterangan dari seumlah saksi termasuk mengejar suami kedua korban.


Editor : Himas Puspito Putra