get app
inews
Aa Text
Read Next : PKS Bilang Begini soal Oded M Danial Bakal Jadi Nama Jalan di Bandung

Ibu Hamil Ditandu Pakai Sarung dan Bambu, Bupati Bandung Instruksikan Camat Turun Tangan

Kamis, 03 Maret 2022 - 17:53:00 WIB
Ibu Hamil Ditandu Pakai Sarung dan Bambu, Bupati Bandung Instruksikan Camat Turun Tangan
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) memerintahkan Camat Arjasari dan Kepala Desa Rancakole menangani ibu melahirkan yang videonya sempat viral saat ditandung menggunakan sarung. (FOTO: Humas Pemkab Bandung)

BANDUNG, iNews.id - Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mengaku prihatin setelah mendengar dan melihat langsung video yang viral di media sosial seorang ibu hamil hendak melahirkan ditandu memakai sarung dan bambu. Itu dilakukan warga lantaran tempat tinggal ibu hamil jauh dari rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan persalinan. 

Peristiwa ibu hamil ditandu itu terjadi di Kampung Cikadu, Desa Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung pada Senin (28/2/2022) sekitar pukul 17.30 WIB. Ibu hamil yang hendak melahirkan bayi laki-laki itu bernama Ranti (19). 

"Terus terang, saya prihatin dengan kejadian itu. Saya sudah instruksikan langsung kepada petugas di lapangan untuk penanganan ibu hamil yang melahirkan tersebut," kata Dadang Supriatna di Gedung Dewi Sartika Soreang, Kabupaten Bandung dalam rilis resmi, Rabu (2/3/2022).

Dadang Supriatna menyatakan, sebenarnya sudah ada kendaraan operasional di masing-masing wilayah desa dan kelurahan. "Saya sudah sebarkan tujuh unit kendaraan," ujarnya. 

Bupati memerintahkan Camat Arjasari dan camat-camat lain di Kabupaten Bandung agar kendaraan operasional itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. "Saya langsung perintahkan Pak Camat Arjasari untuk melihat langsung kondisi pasien agar dibawa ke rumah sakit," ujar Bupati Bandung.

Dadang Supriatna juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tatar Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung untuk melihat langsung akses jalan Kampung Cikadu yang dilewati warga untuk menggendong ibu hamil hendak melahirkan. Seperti tampak dalam video, jalan yang dilewati warga dari tanah liat terlihat licin.

"Supaya akses jalan itu untuk diperbaiki. Apakah menggunakan dana APBD, ADPD, atau Dana Desa, silakan. Yang penting saya tidak mau ada jalan yang masih dalam kondisi tanah. Kita upayakan pengerasan dulu jalan itu. Saya masih menunggu laporan dari Pak Kadis PUTR," tutur Dadang.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung ini mengatakan, berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa ibu hamil yang akan melahirkan tersebut, saat ditandu oleh keluarga dan dibantu oleh warga terjadi pada hari Senin (28/2/2022) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Berdasarkan informasi di lapangan, seperti yang dijelaskan Pak Camat sehubungan letak rumah ibu hamil yang hendak melahirkan itu ada di pegunungan atau perbatasan dan hanya ada tiga rumah. Tidak ada akses jalan untuk mobil, bahkan motor pun kalau yang kurang mahir bisa jatuh karena masih galengan sehingga terpaksa ditandu," ucap Bupati Bandung.

Sementara itu, ujar Kang DS, pembangunan jalan itu sudah dilaksanakan oleh pihak desa. "Sementara akses yang menuju ke lokasi rumah ibu hamil, pembangunannya sudah menjadi prioritas tahun 2022 agar warga yang walaupun hanya tiga rumah dapat dengan mudah menggunakannya," ujarnya.

Pihak desa pun, tutur Kang DS, menyesalkan peristiwa ibu hamil yang akan melahirkan ditandu. Tidak ada koordinasi dan laporan ke RT dan RW setempat. Di Desa Rancakole juga ada mobil ambulans yang siap membantu warga. 

"Walaupun kendaraan roda empat memang harus menunggu di pinggir jalan Kampung Cikadu RT 01/RW 17 Desa Rancakole Kecamatan Arjasari," tutur Kang DS.

Saat itu juga, kata Bupati Bandung, berdasarkan informasi di lapangan, ibu hamil tersebut  langsung dibawa ke rumah bidan dekat rumah Kepala Desa. "Alhamdulillah keduanya (ibu dan bayi) selamat melahirkan," ucap Bupati.

Dari kejadian tersebut, kata Kang DS, menjadi sebuah perhatian bagi pemerintah kecamatan dan desa untuk lebih intens dan perhatian untuk segera ditindaklanjuti setiap permasalahan di masyarakat.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut