Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Cimahi, Sejumlah Pohon Tumbang

Adi Haryanto ยท Rabu, 23 September 2020 - 21:39 WIB
Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Cimahi, Sejumlah Pohon Tumbang
Petugas mengevakuasi pohon tumbang yang melintang di tengah jalan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Cimahi, Rabu (23/9/2020) petang. (Foto/Adi Haryanto)

CIMAHI, iNews.id - Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), dilanda hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang, Rabu (23/9/2020) petang. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa tersebut sempat mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di beberapa titik karena pohon yang tumbang melintang menghalangi jalan.

Kasi Penanggulangan dan Penyelamatan, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Muhammad Nur Effendi menyebutkan, berdasarkan inventarisasi pihaknya, ada tiga kejadian pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang kali ini. Selain di Jalan Gatot Subroto, pohon tumbang juga ditemukan di Jalan Sriwijaya dan Jalan Amir Mahmud.

"Pohon tumbang itu lokasinya di pinggir jalan raya, sehingga sempat membuat arus lalu lintas macet," kata Muhammad Nur Effendi.

Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi langsung menurunkan petugas begitu menerima laporan. Batang pohon yang tumbang dipotong dan disingkirkan agar kemacetan lebih parah dapat dihindarkan. Tim gabungan dari Pemadam Kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi dibantu relawan langsung mengevakuasi pohon tumbang di lokasi.

"Hujannya gak lama, cuma disertai angin cukup kencang sehingga pohon ini tumbang. Kondisi pohonnya juga memang sudah rapuh dan tua," katanya.

Selain pohon tumbang, di beberapa tempat di Cimahi juga terjadi hujan es. Kejadian ini cukup mengganggu pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, fenomena cuaca ekstrem seperti hujan es pada musim pancaroba sangat lumrah terjadi.

Apalagi, saat ini masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan Cumulonimbus atau awan gelap berlapis yang menyebabkan terjadi cuaca ekstrem.

"Hujan es bisa terjadi karena puncak awan yang melebihi batas ketinggian lapisan beku di udara pada ketinggian lebih dari 5 kilometer. Kami imbau warga waspada terhadap perubahan cuaca ini," tuturnya.


Editor : Maria Christina