Heboh Kepala Sekolah di Garut Bawa Pistol saat Diskusi, Ini Alasannya

Agus Warsudi, Sindonews ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 14:28 WIB
Heboh Kepala Sekolah di Garut Bawa Pistol saat Diskusi, Ini Alasannya
Ilustrasi (Foto AFP).

BANDUNG, iNews.id - Kepala SMK Negeri 1 Garut Dadang membawa pistol saat berdiskusi dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Garut di halaman gedung eks Toserba Patriot, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (5/6/2020). Akibatnya Dadang diperiksa Polres Garut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para kepala sekolah, guru, Kadin Garut, dan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) berdiskusi membahas bangunan eks Toserba Patriot yang sebelumnya dikelola SMKN 1 Garut. Ketika mengetahui ada yang membawa pistol jenis Barreta, para peserta diskusi pun heboh. Meskipun Dadang tak memamerkan pistol dan hanya menyimpannya di dalam tasnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erlangga Waskitoroso mengatakan, alasan pelaku membawa senjata itu karena merasa terintimidasi. Sebab, saat diskusi dengan Kadin Garut, banyak anggota ormas di lokasi.

"Selain kepala sekolah dan guru, (di lokasi) banyak anggota ormas di situ. Keterangan bersangkutan (Dadang) ada intimidasi ormas ke kepala sekolah. Keterangan yang bersangkutan begitu, ada ormas sekitar 100-an (orang)," kata Erlangga dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (10/6/2020).

Dari hasil pemeriksaan, menurut Erlangga, pistol yang dibawa Dadang resmi. Dadang mengantongi surat-surat legalitas kepemilikan lengkap senjata tersebut.

"Saya tegaskan yang bersangkutan kepala sekolah atas nama H Dadang, secara legalitas kepemilikan senjata, semuanya legal. Senjata itu disimpan di tasnya. Tidak ada tindakan menodong-nodongkan atau mengacungkan senjata. Jadi hanya terlihat mengantongi senjata. Tapi masih dilakukan pendalaman," ujar Kombes Pol Erlangga.

Sementara itu, Kasek SMKN 1 Garut Dadang mengaku membawa pistol saat acara diskusi itu. Dia memastikan pistol itu didapat dengan menempuh proses perizinan resmi.

Meski begitu, Polres Garut masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut. Dadang saat ini masih berstatus sebagai saksi. "(Kasus senjata milik Dadang) masih kami dalami," ujar dia.


Editor : Faieq Hidayat