Hasil Suara Jauh dari Harapan, Caleg Gerindra di Cirebon Mandi Kembang

Toiskandar ยท Sabtu, 20 April 2019 - 12:19 WIB
Hasil Suara Jauh dari Harapan, Caleg Gerindra di Cirebon Mandi Kembang
Caleg Partai Gerindra untuk DPRD Kabupaten Cirebon nomor 7 Yayat Abdurahman saat menjalani ritual mandi kembang. (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Seorang caleg Partai Gerindra di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Yayat Abdurahman menjalani rukiah atau ritual menenangkan batin. Melalui beberapa tahapan hingga mandi kembang, diharapkan semangat juang untuk menjalani kehidupan bisa kembali dirasakan caleg nomor 7 tersebut.

Ditemani seorang rekannya, Yayat yang maju bertarung untuk memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Cirebon berkonsultasi dengan Pimpinan Padepokan Anti-Galau Al Busthomi, di Desa Sinarancang, Cirebon, Jabar, Sabtu (20/4/2019).

Kondisi psikisnya terguncang usai perolehan suara tak sesuai harapan. Tak ingin larut lebih jauh dalam keterpurukan, Yayat mencoba untuk menenangkan batinnya untuk siap menerima hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) Kabupaten Cirebon 2019.

“Dari awal saya optimistis, namun melihat hasilnya kini menjadi pesimistis. Ada rasa bimbang dan ketidakpercayaan yang muncul melihat hasil di TPS,” ujar Yayat, Sabtu (20/4/2019).

BACA JUGA: Gara-Gara Pernyataan Caleg, 2 Kelompok Warga di Tidore Saling Serang

Bagi Yayat yang maju sebagai caleg bersama istrinya, memiliki sikap optimistis untuk menang merupakan modal utama. Namun apa daya, modal besar yang sudah dikeluarkan justru tak mampu mendongkrak suaranya.

Seusai berkonsultasi dan menjalani serangkaian ritual doa, Yayat pun kini berusaha memasrahkan karier politiknya kepada Yang Maha Kuasa. Selama di padepokan, dia nantinya akan menjalani serangkaian kegiatan mulai dari berzikir dan menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT agar tetap tegar dan tak larut dalam penyesalan.

“Target awal saya bisa peroleh 7.000 suara, namun hasil di TPS mungkin hanya 1.000-an. Sangat jauh sekali dari harapan,” ucapnya.

Pimpinan Padepokan Anti-Galau Ustaz Ujang Al-Busthomi mengatakan, Yayat menjadi orang keempat yang datang kepadanya untuk meminta ketenangan batin dan didoakan. Langkah yang dilakukannya yakni memandikan dengan air kembang, diiringi doa dan berzikir agar jiwa yang terguncang kembali tenang.

“Saya selalu sampaikan kepada mereka yang datang, politik hanyalah salah satu perhiasan dunia dan kita tak boleh men-tuhankannya. Tetapi kita harus befokus pada Allah SWT,” ujar Ustaz Ujang.


Editor : Donald Karouw