Harga Sembako di Kuningan Melonjak Mendekati Nataru, Pedagang Merugi

Toiskandar ยท Minggu, 15 Desember 2019 - 13:58 WIB
Harga Sembako di Kuningan Melonjak Mendekati Nataru, Pedagang Merugi
Pedagang Pasar Kramatmulya, Kuningan, Jabar mengeluhkan kenaikan harga sejumlah sembako dalam dua hari ini jelang libur natal dan tahun baru. (Foto: iNews/Toiskandar)

KUNINGAN, iNews.id – Mendekati libur natal dan tahun baru (nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di beberapa wilayah di Indonesia mulai merangkak naik. Tak terkecuali di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan di Pasar Kramatmulya, Minggu (15/12/2019) harga sejumlah sembako diketahui melonjak. Yang paling signifikan adalah harga cabai merah yang naik menjadi Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga cabai merah berada di kisaran Rp20.000 saja.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai hijau dari Rp18.000 per kilogram menjadi Rp22.000. Lalu harga bawang merah ikut naik dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp35.000.

Harga tomat mengalami kenaikan dari Rp6.000 per kilogram menjadi Rp8.000. Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam jadi Rp26.000 per kilogram dari Rp22.000.

Pedagang Pasar Kramatmulya mengatakan kenaikan harga terjadi sejak dua hari lalu. Mereka mengaku hampir semua sembako mengalami kenaikan harga.

“Naik semua dua hari ini, mungkin karena jelang natal dan tahun baru. Permintaan banyak tapi persediaan berkurang,” ucap seorang pedagang sayur bernama Yayah.

Pedagang menduga kenaikan harga disebabkan karena gagal panen sayur di sejumlah daerah pemasok akibat kemarau panjang. Hal itu menurut para pedagang bisa dilihat dari kenaikan harga yang dimulai dari tingkat distributor.

Akibat kenaikan harga sembako itu pedagang mengaku mengalami penurunan omset hingga 50 persen. Mereka khawatir akan terus merugi karena kenaikan harga diprediksi terus terjadi sampai pergantian tahun.


Editor : Rizal Bomantama