Harga Daging Ayam di Kota Bandung Capai Rp40.000 Per Kilogram

Yogi Pasha ยท Kamis, 12 Juli 2018 - 12:47 WIB
Harga Daging Ayam di Kota Bandung Capai Rp40.000 Per Kilogram
Ilustrasi sidak kebutuhan pokok pasar tradisional. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha).

BANDUNG, iNews.id - Harga daging ayam ras dan telur di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) kembali mengalami kenaikan. Harga ayam di delapan pasar tradisional mencapai harga Rp40.000 per kilogram (kg) dan telur ayam Rp28.000 hingga Rp29.000 per kg.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Eric M Attauriq mengakui, terjadi kenaikan harga daging ayam dan telur di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung. Menurut dia, kenaikan harga itu terpantau di delapan pasar, yakni Pasar Sederhana, Pasar Kiaracondong , Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Ancol, Pasar Palasari, Pasar Ciwastra dan Pasar Ujungberung.

“Kamarin per hari Selasa harganya sudah mengalami kenaikan lagi dibanding minggu-minggu yang lalu,” kata Eric, Kamis (12/7/2018).

Menurutnya, indikasi kenaikan harga daging ayam ras dan telur ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, harga ayam dan telur ayam mengalami kenaikan harga dari pemasok. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran dinas pertanian salah satu indikasi kenaikannya karena ternyata di peternak ternyata terjadi kenaikan, yang disebabkan karena harga pakan, obat mengalami kenaikan,” katanya.

Kemudian yang kedua yaitu karena pascaliburan panjang permintaan dua komoditas tersebut terus mengalami peningkatan sehingga otomatis harga mengalami kenaikan. “Salah satunya permintaan masih tinggi, karena masih libur panjang, jadi otomatis permintaan masih tinggi,” katanya.

Selanjutnya yang ketiga, terjadi peningkatan biaya produksi dimana hal tersebut diakibatkan oleh cuaca dingin yang akhir-akhir ini terjadi disejumlah daerah di Jabar. “Beberapa wilayah mengalami cuaca dingin sehingga otomatis harga produksi bertambah, karena harus ada penambahan untuk penghangat,” katanya.

Hal tersebut diperparah dengan meningkatnya harga pakan dan obat-obatan untuk pembesatan day old chicken (DOC). “Yang kami pelajari adalah dampak dari harga dolar, karena sejumlah pakan impor yang mungkin terdampak termasuk DOC,” ujarnya.

Pihaknya mengaku saat ini sudah melaporkan kenaikan harga komoditas ayam ini kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar dan Kementerian Perdagangan untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Kami sudah laporkan ke Indag Provinsi Jabar dan kementerian karena gejala ini tidak hanya di Kota Bandung, tapi dibeberapa daerah terjadi tren di Jabar,” katanya.

Sementara itu, dia belum bisa memastikan program daging ayam beku murah masih berjalan atau tidak. Pasalnya program kerja sama dengan PD Pasar sebenarnya untuk mengantisipasi lonjakan harga ayam di momen puasa dan Idul Fitri.

“Prinsipnya kemarin kan inisiasi Pemkot Bandung dan PD Pasar dalam rangka Idul Fitri,  sekarang terjadi (lagi), kami tunggu kecenderungannya bagimana satu minggu kedepan,” ujarnya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi