Harga Bawang Merah dan Gula di Cianjur Diperkirakan Terus Naik Jelang Lebaran

Antara · Kamis, 14 Mei 2020 - 10:30 WIB
Harga Bawang Merah dan Gula di Cianjur Diperkirakan Terus Naik Jelang Lebaran
Bawang Merah. (Foto Ist).

CIANJUR, iNews.id - Harga gula pasir dan bawang merah di pasar tradisional Cianjur, Jawa Barat, masih mahal menjelang Lebaran. Bahkan harga bawang merah dan gula pasir diperkirakan terus naik hingga Lebaran karena minimnya stok di agen dan distributor.

Kasubag TU Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Sampurna mengatakan ketersedian kedua komoditas tersebut di pasaran akan mencukupi hingga Lebaran, meski stok minim di tingkat agen dan distributor.

"Gula per kilogram di pasaran dijual Rp16.000 yang HETnya Rp12.500 per kilogram, sedangkan bawang merah dijual Rp40.000 per kilogram yang harga normalnya Rp27.000 per kilogram. Tingginya harga kedua komoditi tersebut karena pemakaian warga yang meningkat selama puasa," katanya di Cianjur, Kamis (14/5/2020).

Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Cianjur guna menstabilkan kembali harga komoditi tersebut. Selain itu pihaknya akan melakukan operasi pasar bersama Bulog, jika harga melambung tinggi menjelang Lebaran.

Namun Sampurna mengatakan kecil kemungkinan harga akan melambung tinggi karena tingkat pesanan tidak setinggi Lebaran tahun lalu. Pihaknya memperkirakan kenaikan dapat ditekan dengan minimnya pemesanan warga, karena pemesanan tertinggi biasanya dari pengusaha hotel dan rumah makan.

"Kenaikin harga gula dan bawang sekarang paling di kisaran 25 persen karena pembeli berkurang akibat wabah corona. Namun kami menjamin untuk stok gula pasir dan bawang merah di Pasar Induk Cianjur akan mencukupi hingga Lebaran," katanya.

Sementara itu, pedagang bawang di Pasar Muka Cianjur, Hendra mengatakan adanya pembatasan pemesanan di tingkat agen dan distributor membuat harga bawang merah di pasaran merangkak naik. Apalagi tingginya pemakaian bawang selama bulan puasa hingga Lebaran.

"Kami tidak tahu apa penyebab pemesanan dibatasi, kemungkinan stok di tingkat agen dan distributor juga kurang. Namun kami berharap harga kembali normal dan harga tidak sampai meroket menjelang Lebaran karena akan berdampak terhadap penjualan," katanya


Editor : Faieq Hidayat