Habib Bahar Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Ini Alasannya

Agus Warsudi, Sindonews · Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:33:00 WIB
Habib Bahar Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Ini Alasannya
Habib Bahar bin Smith diperiksa kesehatan petugas Lapas Gunung Sindur. (Foto Ist).

BOGOR, iNews.id - Terpidana kasus penganiayaan, Habib Bahar bin Smith dipindahkan penahanannya kembali ke Lapas Gunung Sindur, Sentul Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020). Sebelumnya Habib Bahar berada di Lapas Batu, Nusakambangan.

"Ya dikembalikan ke Lapas Gunung Sindur," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jabar Abdul Aris saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2020) malam.

Habib Bahar, kata Aris, dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur oleh Kementerian Hukum dan HAM. Namun Aris belum bersedia menjelaskan alasan pemindahan kembali Habib Bahar dari Lapas Batu, Nusakambangan ke Lapas Gunung Sindur.

"Pengembalian (Habib Bahar ke Lapas Gunung Sindur) berdasarkan assessment dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakat (Bapas) Nusakambangan," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Rika Aprianti, mengatakan alasan Habib Bahar dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur karena penilaian (assesment) Balai Pemasyarakatan. Habib Bahar dapat melanjutkan pembinaan di Lapas Gunung Sindur.

"Yang bersangkutan berangkat dari Lapas Batu Nusakambangan sekitar pukul 19.30 WIB," Rika dikonfirmasi terpisah.

Diketahui, Habib Bahar dipindah ke Lapas Batu, Nusakambangan pada Selasa (19/5/2020). Sebelumnya, setelah bebas karena mendapatkan asimilasi, Habib Bahar kembali ke rumahnya di kompleks Pondok Pesantren Tajul Alawiyin, Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu 16 Mei 2020.

Meski begitu, Bahar menggelar ceramah yang dihadiri ratusan orang di tengah pandemi corona. Kemudian petugas menjemput Bahar karena dianggap melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Saat berada di Lapas Gunung Sindur, petugas memindahkan Bahar ke Lapas Nusakambangan karena alasan keamanan dan mencegah massa Bahar berkerumun.


Editor : Faieq Hidayat