Gubernur Jabar Minta Rumah Sakit Sediakan Pengolahan Limbah Medis

Yogi Pasha ยท Kamis, 21 Desember 2017 - 10:47 WIB
Gubernur Jabar Minta Rumah Sakit Sediakan Pengolahan Limbah Medis
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan meminta semua rumah sakit di Jabar memiliki tempat pengolahan limbah medis sendiri. Permintaan tersebut disampikan Aher, sapaan akrabnya agar untuk menghindari terjadinya kasus pembuangan limbah medis di tempat pembuangan sampah di Cirebon.

Menurut Aher, kalau pun belum punya alat pengelolaan limbah, sebaiknya rumah sakit mengirim limbah mereka ke tempat-tempat pengolahan limbah. Jadi, tak langsung dibuang begitu saja.

"Setiap rumah sakit harus punya pengolahan limbah. Kewajiban mereka jika melanggar, sanksinya ada di kabupaten. Ya, sesuai hukum yang ada," ujar Aher, di Bandung, Kamis (21/12/2017).

Gubernur Jabar berharap, masalah limbah ini menjadi perhatian semua rumah sakit yang ada. Karena, limbah medis sangat berbahaya. "Bisa saja (kasus seperti ini terjadi) tak hanya di Cirebon tapi tempat lain," katanya.

Semua pihak, kata Aher, harus sadar bahwa rumah sakit itu harus menyediakan tempat-tempat yang khusus untuk membuang limbahnya. Jadi, tak dibuang ke sembarang tempat. "Itu kan ada jarum suntik, sisa tubuh manusia. Kita bayangkan limbah medis seperti apa," katanya.

Aher menilai, limbah medis lebih berbahaya dari limbah yang lainnya. Kalau ada yang membuang sembarangan, itu pasti ada sanksinya sesuai perundang-undangan. "Detailnya silahkan ke Pemda setempat kan kejadiannya ada di Cirebon bagaimana informasi dari dinas terkait. Kalau itu dilakukan, itu sebuah pelanggaran," katanya.

Seperti diketahui,  kasus limbah medis diketahui di buang bebas di TPS di Desa Panguragan, Kabupaten Cirebon pada Rabu, 6 Desember 2017, lalu. Dalam tumpukan limbah medis tersebut ditemukan berbagai jenis alat bekas dipakai keperluan medis. Sempat dilaporkan pula, di TPS Desa Panguragan ditemukan potongan tubuh manusia dan jarum suntik sisa.



Editor : Himas Puspito Putra