Erupsi Gunung Tangkuban Parahu, Warga di Lembang Gelar Doa Bersama

Yuwono ยท Senin, 05 Agustus 2019 - 17:35 WIB
Erupsi Gunung Tangkuban Parahu, Warga di Lembang Gelar Doa Bersama
Doa dan zikir bersama warga Lembang Bandung terkait aktivitas Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: iNews/Yuwono).

LEMBANG, iNews.id - Ratusan warga dan pedagang di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menggelar doa dan zikir bersama di pintu gerbang masuk lokasi wisata Gunung Tangkuban Parahu, Senin (5/8/2019) pagi. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjauhkan mereka dari bahaya.

Pemuka agama di Desa Cikole, Ustaz Yandi mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih tenang dan sabar dalam menghadapi ujian, tingginya aktivitas vulkanis Gunung Tangkuban Parahu.

"Jadi mereka tidak lari ke mana-mana. Berserah diri saja dengan kondisi ini," kata Ustaz Yandi di sela-sela doa dan zikir bersama.

BACA JUGA: Aktivitas Vulkanis, Gunung Tangkuban Parahu Keluarkan Lagi Asap Putih

Menurut dia, selain khawatir dengan keselamatan mereka, warga juga mengalami masa-masa sulit, karena selama beberapa hari ini tidak berjualan. Ustaz Yandi berharap, dengan menggelar acara ini, kondisi Gunung Tangkuban Parahu bisa kembali normal, supaya mereka bisa beraktivitas lagi.

Pantauan iNews, warga di sana menggelar tikar atau karpet tampak khusyuk dalam acara tersebut. Mereka salat Istigasah, lalu mengikuti zikir serta berdoa bersama. Mereka yakin dengan doa serta zikir ini dapat menjauhkan dari bala bencana.

"Setelah ini, warga berharap kondisi Gunung Tangkuban Parahu dapat kembali normal, sehingga bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

BACA JUGA: Erupsi Terus Menerus, Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu Kembali Ditutup

Sementara itu, petugas dari PVMBG Tangkuban Parahu, Hendrik Dermata mengatakan, aktivitas vulkanis Gunung Tangkuban Parahu masih terus terjadi. Data seismogram menunjukkan, gempa tremor yang terekam sejak pukul 06.00 - 12.00 WIB dengan amplitudo 35 - 50 mm, dominan 50 mm.

"Tremor masih fluktuatif. Erupsi terjadi terus menerus, sejak tanggal 2 Agustus kemarin sampai sekarang," ujar Hendrik.

Sejak Jumat (2/8/2019), status Gunung Tangkuban Parahu masih berada di level II atau Waspada. Erupsi secara fluktuatif hingga kini masih terjadi di kawah ratu, pihak PVMBG pun melarang adanya aktivitas dari radius 1,5 km dari bibir kawah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal