Dukun di Bandung Barat Tega Cabuli 2 Anak Tiri, Salah Satu Korban Melahirkan

Sindonews.com ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 15:43 WIB
Dukun di Bandung Barat Tega Cabuli 2 Anak Tiri, Salah Satu Korban Melahirkan
Dukun Cabul di Bandung Barat, Selasa (25/2/2020) (Foto: Sindonews.com)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kelakuan Supriadi alias Eyang Anom (50) benar-benar bejat. Lelaki asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berprofesi sebagai dukun ini tega mencabuli dua anak tirinya sendiri yang sudah tumbuh remaja.

Bahkan salah satu anak tirinya, hamil dan melahirkan. Dia pun selalu mengancam korban jika menolak, yakni dengan memukul menggunakan kayu balok atau kapak.

"Tersangka mengakui sudah melakukan aksi cabul terhadap T saat korban masih sekolah dasar. Ketika korban sudah SMP hingga berusia 19 tahun 8 bulan, baru pelaku melakukan persetubuhan," kata Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Selasa (25/2/2020).

Sementara terhadap M (20), aksi bejat tersangka dilakukan sejak korban berusia 15 tahun. Bahkan kakak kandung T tersebut, sudah melahirkan anak dari tersangka dan sekarang anaknya sudah berusia 4 tahun. Selama ini korban tidak mau bilang ke orang lain karena takut, dan baru berani bercerita ketika diyakinkan oleh ibu kandungnya untuk mengungkapkan apa yang telah dilakukan tersangka.

"Korban bercerita bahwa tersangka sudah melakukan persetubuhan dari usia 12 tahun dan kakaknya M sudah melahirkan anak," kata Yoris.

Sementara Eyang Anom mengaku melakukan aksi bejat terhadap anak tirinya itu karena tergoda nafsu birahi. Dia kerap melakukan perbuatannya di ruang praktik sebagai dukun saat kondisi sepi. "Saya tergoda nafsu dan lama-lama jadi terbiasa. Pas ngelakuin pintunya dikunci, dan saya ngancem pake balok atau kapak biar anaknya mau," ucapnya.

Eyang Anom terancam hukuman berat yakni penjara 15-20 tahun penjara. Tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Kasus ini terbongkar setelah ibu kandung korban SK (42) memergoki Eyang Anom habis bersetubuh dengan T. SK lalu melaporkan hal ini ke pengurus RT dan RW yang kemudian meneruskannya ke polisi.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq