Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Ini Profil Bupati Bandung Barat

Yogi Pasha, Antara ยท Rabu, 11 April 2018 - 22:26 WIB
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Ini Profil Bupati Bandung Barat
Bupati Bandung Barat, Abubakar beserta sang istri, Elin Suharliah. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Bandung Barat Abubakar sebagai tersangka tindak pidana kasus suap. Abubakar ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya yang telah tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), yang dilakukan tim penindakan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa, 10 April 2018, kemarin.

Seperti diketahui, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Bandung pada tahun 2007, lalu. Tuntutan pemekaran wilayah Kabupaten Bandung sangat wajar, jika dilihat dari kondisi geografisnya yang cukup luas (2.324.84 KM2) dengan letak wilayah mengelilingi Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Berangkat dari kondisi itulah, pada 9 agustus 1999, para tokoh masyarakat Bandung Barat berkumpul membentuk Forum Pendukung Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Barat. Forum ini dipimpin oleh Drs. H Endang Anwar sebagai ketuanya. Setahun kemudian, terbentuk lagi sejumlah forum serupa, seperti Forum Peduli Bandung Barat yang diketuai Asep Suhardi, Forum Bandung Barat Bersatu yang dipimpin H.Zaenal Abidin, Drs. Ade Ratmadja, Asep Suhardi dan Asep Ridwan Hermawan, serta Forum Pemuda Bandung Barat yang dipimpin Eman Sulaeman SE.

Ketika resmi berpisah dengan Kabupaten Bandung, Penjabat Sementara Bupati Bandung Barat  dipegang oleh Tjatja Kuswara. Dia kemudian selesai menjalankan tugasnya pada tanggal 17 Juli 2008.


Kemudian pemerintahan dilanjutkan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat pertama Abubakar dan Ernawan Natasaputra. Keduanya merupakan hasil pemilihan langsung yang dilantik pada 17 juli 2008 oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas nama Presiden. 

Pada 2013 lalu, pria kelahiran Cimahi, 9 Desember 1952, itu kembali terpilih dalam pilkada langsung bersama wakilnya Yayat T Soemitra. Orang nomor satu di KBB itu maju dari jalur partai politik yang didukung PDIP. Setelah dua kali memegang kekuasaan di KBB dan jelang berakhirnya masa jabatan sebagai bupati, Abubakar pun berniat meneruskan kepemimpinan melalui istrinya, Elin Suharliah yang maju sebagai calon Bupati KBB di ajang Pilkada Serentak 2018.

Elin tetap maju di Pilbup Bandung Barat 2018 dan merasa memiliki kapasitas untuk memimpin dan menyejahterakan masyarakat KBB karena pengalamannya sebagai istri bupati sebelumnya. 

Namun di akhir masa jabatannya, Abubakar malah tersandung kasus suap yang membuatnya dicokok lembaga anti rasuah, Rabu (11/4/2018) sore tadi. KPK menduga, Bupati Bandung Barat itu, meminta uang kepada sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah sebagai Bupati Bandung Barat 2018-2023.


Editor : Himas Puspito Putra