Dirut Bio Farma Honesty Basyir: Program Vaksinasi Covid-19 Bisa Saja Gratis

Arif Budianto · Kamis, 19 November 2020 - 23:24:00 WIB
(Foto: Ilustrasi)

BANDUNG, iNews.id - Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir, program vaksinasi di Indonesia bisa saja gratis. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir terkait biaya atau harga.

Pernyataan Dirut Bio Farma Honesty Basyir itu menjawab kekhawatiran masyarakat terkait program vaksinasi Covid-19, terutama terkait biaya. Banyak isu harga vaksin di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan negara lain.

"Kita tidak bisa bandingkan harga dengan negara lain. Karena setiap negara punya program berbeda-beda. Menurut saya, Indonesia juga punya program vaksin Covid, mungkin gratis," kata Honesty pada press conference via Zoom, Kamis (19/11/2020).

Dia mengemukakan, harga vaksin Covid-19 di setiap negara tidak bisa dibandingkan atau disamaratakan. Dia mengambil contoh, ada beberapa negara yang mendapat donasi vaksin dari lembaga tertentu secara full sehingga vaksin menjadi gratis. Ada juga yang mendapat subsidi, sehingga dijual dengan harga tertentu.

Program vaksin yang digelar pemerintah Indonesia, ujar dia, akan berbeda dengan vaksin mandiri. Vaksin mandiri diperkirakan akan berbayar dengan nilai tertentu.

Namun, program vaksin mandiri ini akan ditawarkan kepada mereka yang memiliki kemampuan finansial dan kalangan tertentu. Oleh karenanya, perlu data pemerintah terkait profil masyarakat agar bisa memetakan, mana yang bisa mendapat vaksin gratis, dan mesti memaparkan vaksin mandiri. "Data ini penting agar program vaksin gratis tepat sasaran," ujar dia.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, BPOM terbuka dengan berbagai produk farmasi yang menawarkan vaksin Covid-19 ke Indonesia untuk mendapatkan izin penggunaan.

Karena, apabila akan dilakukan impor vaksin, mesti mendapat izin penggunaan dari BPOM RI. Saat ini, ada beberapa perusahaan merek vaksin yang telah berkoordinasi dengan BPOM. "Tetapi kalau Moderna belum. Intinya, kami siap mendampingi beberapa penelitian dan hilirisasi vaksin ini," kata Penny.

Editor : Agus Warsudi