Dinkes Jabar Tegaskan Tidak Ada Anak Meninggal akibat Imunisasi Covid-19

Agung Bakti Sarasa · Sabtu, 23 April 2022 - 13:47:00 WIB
Dinkes Jabar Tegaskan Tidak Ada Anak Meninggal akibat Imunisasi Covid-19
Anak disuntik vaksinasi Covid-19. Dinkes Jabar menegaskan tidak ada anak yang mrninggal akibat vaksinasi. (ANTARA)

BANDUNG, iNews.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Nina Susana Dewi menegaskan tidak ada anak yang meninggal akibat vaksinasi Covid-19. Penegasan ini disampaikan Nina Susana Dewi untuk menangkal berita bohong atau hoaks yang masih kerap muncul dan mengganggu program imunisasi.

Akibat hoaks, kata Nina, sebagian orang tua masih ada yang takut menyertakan anaknya dalam program imunisasi. Padahal, imunisasi itu aman dan kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat jarang terjadi. 

"Tidak ada laporan anak meninggal akibat imunisasi. Tim Komda KIPI sudah melakukan penelitian atas semua laporan dan tidak ada kasus," kata Nina Susana Dewi dalam keterangannya, Sabtu (23/4/2022).

"Penyebab meninggal karena memang memiliki penyakit bawaan, jadi bukan karena imunisasi. Inilah yang akan terus disampaikan kepada masyarakat, bahwa imunisasi itu aman," ujar Kadinkes Jabar. 

Diketahui, Pemprov Jabar sendiri menggelar Pekan Imunisasi Dunia, 16-22 April 2022 mendatang. Sosialisasi PID disampaikan dalam acara Jabar Punya Informasi atau JAPRI yang berlangsung di halaman depan Museum Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (22/4/2022) kemarin.

Selain Nina, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil, Asisten Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Jabar Dewi Sartika, dan Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Jabar Ari. 

Nina menuturkan, PID menjadi ajang untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya imunisasi bagi anak. Menurutnya, imunisasi sangat penting bagi anak guna mencegah penularan penyakit, wabah, sakit berat, cacat, hingga kematian anak dan bayi. 

"Saat ini tersedia lebih dari 20 penyakit yang bisa ditekan angka infeksinya karena imunisasi. Pada 2020-2030, diperkirakan imunisasi bisa menyelamatkan lebih dari 32 juta jiwa, di antaranya 28 juta adalah anak berusia di bawah 5 tahun," tutur Nina. 

Nina pun optimistis, target 95 persen anak di Jabar mengikuti imunisasi lengkap dapat dicapai. Sampai saat ini, cakupan imunisasi Jabar sendiri masih di bawah 90 persen dan 11 kabupaten/kota di Jabar di antaranya masih di bawah 80 persen, sehingga harus digenjot. 

Kadinkes Jabar mengatakan, Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) akan dilaksanakan pada bulan Mei 2022. Sedangkan di Jabar, untuk fase kedua, BIAN akan dimulai pada bulan Juli 2022.

Melalui BIAN, anak-anak diharapkan bisa mengejar ketertinggalan imunisasi dimana akan diberikan vaksinasi OPV, IPV, Polio suntik, Polio tetes, kemudian Pentavalen (DPT-HB-Hib). Kemudian, dilanjutkan bulan Agustus untuk vaksin Campak dan Rubella dengan target sasaran anak usia 12 hingga 59 bulan.

"Masyarakat dapat mendatangi titik pemberian imunisasi yang ditetapkan pemerintah, yakni puskesmas, rumah sakit, bahkan sekolah-sekolah," kata Nina. 

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Jabar Ari menyatakan, Jabar memiliki kontribusi sangat besar pada total cakupan vaksinasi di Indonesia. 

"Dengan jumlah penduduk khususnya anak balita sekitar seperlima dari total anak Indonesia, jika cakupan 95 persen berhasil, maka imunisasi Indonesia dipastikan berhasil," kata Ari. 

Apalagi, ujar Ari, orang tua di Jabar sangat mendukung program imunisasi. Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukannya dimana 80 persen warga Jabar menyatakan tidak khawatir dengan pemberian imunisasi bagi anaknya.

Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengimbau kepada para orang tua di Jabar untuk tidak takut menyertakan anaknya dalam BIAN.

Dia mencontohkan, anak angkatnya, Arka yang kini sehat dan aktif setelah melengkapi imunisasi dalam dua setengah tahun terakhir. 

"Saat Arka datang, usianya lima bulan, nampak sakit dan ternyata belum mendapatkan imunisasi. Sekarang setelah imunisasi lengkap,  dia semakin sehat dan sangat aktif. Jadi ayah dan bunda jangan ragu. Imunisasi itu aman dan menjadi hak anak untuk mendapatkan kesehatan," kata Atalia.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: