Dinkes Jabar Imbau Kabupaten-Kota Ajukan Anggaran untuk Serum Antibisa Ular

Sindonews.com ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 20:37 WIB
Dinkes Jabar Imbau Kabupaten-Kota  Ajukan Anggaran untuk Serum Antibisa Ular
Ilustrasi (Dok. iNews)

BANDUNG, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) mengimbau pemerintah kabupaten dan kota yang tidak memiliki persediaan serum bisa anti-ular (BAU) untuk mengajukan pengadaan. Hal itu untuk menekan potensi kematian akibat gigitan ular.

Berkaca dari kasus seorang balita Adila Octavia (4) yang tewas akibat digigit ular weling setelah menjalani perawatan di ruang PICU, Rumah Sakit Gunung Jati, Kota Cirebon. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar, Juanita PF menyebut serum BAU baru tersedia di beberapa kabupaten/kota di Jabar.

"Serum BAU di beberapa kabupaten/kota tersedia," kata Juanita, Jumat (14/2/2020).

Meski begitu, Juanita mengimbau agar dinas kesehatan kabupaten/kota di Jabar mengajukan pengadaan serum BAU untuk mengantisipasi kasus gigitan ular. Menurut dia, serum BAU tersebut tersedia di PT Biofarma sebagai perusahaan penyedia serum BAU.

"Untuk kabupaten/kota yang memerlukan dapat mengusulkan, Biofarma tersedia," katanya.

Juanita pun memberikan imbauan tata cara untuk mengatasi gigitan ular, yaitu:

1. Hubungi rumah sakit terdekat
2. Catat waktu gigitannya
3. Tetap tenang dan diam karena gerakan dapat mempercepat racun menuju ke seluruh bagian tubuh
4. Lepaskan pakaian atau perhiasan yang menghalangi pada area yang terkena gigitan. Hal tersebut dikarenakan area bekas gigitan akan membengkak.
5. Jangan berjalan, harus membawa korban menuju rumah sakit dengan kendaraan.
6. Jika terjadi pucat pada wajah, pusing, lemas, percepatan napas, atau peningkatan detak jantung, berikan selimut atau jaket untuk menghangatkan korban. Hal tersebut dapat meminimalisir gejala-gejala tersebut.
7. Jangan membunuh atau menangani ular. Ambil foto ular jika bisa untuk menentukan apakah ular tersebut berbisa atau tidak.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq