Dinkes Cimahi Rapid Test Antigen Massal, 9 Pemudik Lokal Positif Covid-19

Adi Haryanto ยท Senin, 24 Mei 2021 - 16:36:00 WIB
Dinkes Cimahi Rapid Test Antigen Massal, 9 Pemudik Lokal Positif Covid-19
Petugas Dinas Kesehatan Kota Cimahi sedang melakukan rapid test antigen kepada warga untuk mencegah munculnya kasus Covid-19 seusai libur Lebaran. (Foto: iNews.id/Adi Haryanto)

CIMAHI, iNews.id - Dinas Kesehatan Kota Cimahi terus berupaya rapid test antigen secara massal kepada masyarakat termasuk warga yang telah melakukan mudik. Hasilnya sebanyak sembilan pelaku perjalanan mudik positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi, menyebutkan, pihaknya melaksanakan rapid test antigen secara gratis. Seperti yang dilakukan pada Minggu (23/5/2021) sejak pagi sampai siang kepada total 200 orang dari berbagai kelurahan. 

"Kemarin kita lakukan rapid test antigen kepada 200 orang, hasilnya ada sembilan orang yang positif dan tersebar di beberapa kelurahan," ucapnya, Senin (24/5/2021).

Kesembilan orang yang positif Covid-19 tersebut semuanya merupakan warga asli Kota Cimahi. Berdasarkan hasil penelusuran ke sembilan orang tersebut merupakan pelaku perjalanan atau pemudik lokal saat libur Lebaran beberapa waktu lalu. 

Sebab, lanjut dia, tidak bisa dipungkiri meskipun ada larangan mudik tapi tetap saja ada warga yang tetap memaksa dan nekat pulang kampung. Atau melakukan perjalanan lokal dan berkumpul dengan keluarganya, tanpa diketahui kalau ada yang positif Covid-19.

"Jadi ketika kumpul sama keluarga, silaturahmi, Lebaran, ternyata ada yang positif, akhirnya tertular. Tapi kebanyakan memang Orang Tanpa Gejala (OTG)," tuturnya. 

Menurutnya, kesembilan orang yang positif Covid-19 tersebut saat ini langsung diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri karena termasuk kategori OTG. Sebab ada juga yang satu keluarga, ayah, ibu, sama anaknya, yang terpapar dari saudaranya yang positif waktu kumpul Lebaran. 

"Rapid test antigen massal ini juga sebagai upaya skrinning antisipasi kasus positif dari para pemudik. Supaya kita tahu apakah ada keluarga yang bertemu dengan pasien positif di saudaranya atau tidak," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi