Dimediasi Polisi, Dua Ormas Terlibat Bentrok di Bekasi Sepakat Damai

Rahmat Hidayat ยท Jumat, 25 September 2020 - 01:10 WIB
Dimediasi Polisi, Dua Ormas Terlibat Bentrok di Bekasi Sepakat Damai
Dua ormas yang terlibat bentrok di Bekasi sepakat berdamai di Mapolsek Bekasi Kota, Kamis (24/9/2020) malam. (iNews.id/Rahmat Hidayat)

BEKASI, iNews.id - Polisi melakukan mediasi terhadap dua organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat bentrok di Jalan Nangka Raya, Perumnas I, Bekasi, Jawa Barat. Kedua ormas yang terlibat bentrok sepakat berdamai.

Dua ormas yang terlibat bentrok itu yakni Forum Betawi Rempug (FBR) dan Gibas. Kedua pimpinan ormas itu dipertemukan polisi di Mapolsek Bekasi Kota.

"Kami bersama panglima FBR dan Ketua Gibas menyelesaikan kesalahpahaman ini," ujar Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Alfian Nurizal usai proses mediasi, Kamis (24/9/2020) malam.

Dia mengatakan, bentrokan yang terjadi antara kedua ormas itu murni karena kesalahpahaman saja. Tidak benar kalau bentrokan itu dipicu oleh perebutan lahan pedagang.

"Tidak ada perebutan lahan ataupun berkaitan dengan membekingi sesuatu hal. Hanya kesalahpahaman," katanya.

Menurutnya, bentrokan dipicu seorang pedagang bernama Sarifudin yang ditegur oleh anggota Ormas Gibas karena berjualan di fasilitas umum yang dilarang. Namun teguran itu membuat Sarifudin yang merupakan bagian dari FBR merasa emosi.

"Sarifudin ini diingatkan Ormas Gibas. Namun karena kondisi emosi tidak terkendali lalu terjadi kesalahpahaman," ujarnya.

Dia mengatakan, kedua ormas setelah dipertemukan akhirnya sepakat berdamai dan menjaga situasi kondusif di Bekasi. Sedangkan untuk Sarifudin disepakati untuk mencari lokasi berjualan yang baru.

"Setelah kita musyawarah kita selesaikan dan saling memaafkan," tuturnya.

Bentrokan kedua ormas itu terjadi sekitar pukul 4 sore. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah pedagang sampai menutup lapak mereka karena ketakutan menjadi sasaran amuk anggota kedua ormas.

Petugas kepolisian Polres Metro Bekasi Kota sampai melepaskan tembakan untuk melerai keributan kedua ormas tersebut.


Editor : Reza Yunanto