Diduga Korban Pemerkosaan, Siswi SMK di Bogor Depresi hingga Meninggal

Okezone, Putra Ramadhani Astyawan ยท Rabu, 11 Juli 2018 - 08:32 WIB
Diduga Korban Pemerkosaan, Siswi SMK di Bogor Depresi hingga Meninggal
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BOGOR, iNews.id – Kematian FN (16) siswi SMK di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Mereka sangat terpukul karena anak sulung kebanggannya itu berpulang di usia yang masih muda tanpa sebab yang jelas.

Orang tua FN mengungkapkan, beberapa hari sebelum mengembuskan napas terakhir, dia melihat perubahan sikap yang drastis putrinya. Almarhum menjadi sangat pendiam dan terus mengurung diri di dalam kamar, Sabtu (30/6/2018).

“Saya melihanya seperti orang tertekan dan menaruh beban berat. Saya suapi bubur sudah tidak bisa lagi. Saya bilang ke dokter ya. Setelah kami bawa, keterangan dokter anak saya menunjukkan gejala depresi berat," katanya, Selasa (10/7/2018).

Dia menuturkan, sepulang dari dokter kondisi FN semakin memburuk. Merasa ada yang janggal, orang tua FN pun berinisiatif mencari informasi ke teman dekat putrinya. Dari situ, dia menerima kabar mengejutkan.

"Saya coba dekati temannya. Saya dapat informasi dari seorang temannya, putri saya pernah curhat kalau telah diperkosa. Rencananya saya mau bawa ke dokter untuk memastikannya," ujarnya.

Namun takdir berkata lain. Belum sempat dibawa ke dokter, FN telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada Selasa (3/7/2018). Hal tersebut membuat keluarga merasa sangat terpukul dengan kematiannya yang penuh kejanggalan.

Berdasarkan informasi dari temannya itu, pihak keluarga akhirnya bercerita kepada Ketua RT setempat dan melaporkannya ke kepolisian. Keluarga meminta polisi mengusut kasus tersebut. Mereka menduga, kematian tak wajar FN lantaran depresi setelah menjadi korban pelecehan seksual oleh beberapa laki-laki di daerah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jabar.

Pengakuan sahabat almarhum, AZ (16) sebelum meninggal FN sempat bercerita kepada dirinya telah disetubuhi pacarnya di rumah kosong. "Almarhum waktu itu datang curhat ke rumah saya (29/6). Saat itu kondisinya terlihat masih sehat. Dia cerita mengalami pelecehan seksual di tempat nongkrong pacarnya,” kata AZ.

FN menceritakan, saat kejadian kondisi tidak berdaya dan hanya sempat menyadari sudah terdapat beberapa pria yang sedang memegangi kakinya. Tidak hanya itu, FN juga melihat ada cahaya dari kamera ponsel yang dibawa salah satu pria.

"Saya tidak tahu apa dicekoki minum atau apa, yang jelas almarhum bilang sempat sadar, posisinya sudah terlentang kakinya dipegangin. Dia bilang melihat cahaya dari kamera ponsel. Tidak tahu pasti di foto atau video, almarhum tidak sempat cerita yang lain," ucap AZ.

Seusai kejadian, FN mengaku ditinggal seorang diri dalam kondisi masih tidak sadarkan diri. Hal itulah yang diduga kuat menyebabkan almarhum menjadi depresi berat hingga akhirnya meninggal dunia.

"Saya juga kurang tahu apa hanya pacarnya saja atau yang lainnya ikutan. Tapi yang jelas di lokasi itu bukan hanya ada pacarnya saja," tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan membenarkan adanya laporan dugaan pemerkosaan tersebut. Namun dia belum bisa memberi keterangan lebih jauh. "Iya benar, laporannya sudah kami terima. Sementara ini kami masih penyelidikan dan sudah mengamankan beberapa terduga pelaku, ada satu lagi dalam pengejaran. Nanti saja ya dirilis," kata Darwan.


Editor : Donald Karouw