Diduga Hirup Gas Beracun, Penambang Emas di Sukabumi Tewas di Lobang Tambang

Dharmawan Hadi · Selasa, 24 Agustus 2021 - 18:14:00 WIB
Diduga Hirup Gas Beracun, Penambang Emas di Sukabumi Tewas di Lobang Tambang
Sejumlah anggota kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi tambang setelah seorang warga tewas akibat menghirup gas beracun. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Diduga menghirup gas beracun, seorang penambang tewas di bekas galian tambang emas di Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/8/2021). Kejadian yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu membuat geger penambang yang lain.

Korban yang bernama Surya (30) Bin Endut warga Kampung Cikanteh RT 002/010 Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Korban sebelumnya telah diingatkan berkali-kali agar jangan masuk ke lubang bekas tambang emas tersebut sebelum blower angin dihidupkan.

Salah satu saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Mamat (52) mengatakan, korban tidak menghiraukan peringatan dari rekan-rekan penambang lain.

"Pada saat blower angin bari dinyalakan sekitar 5 menit korban langsung masuk ke dalam lubang, lalu setelah 20 menit korban tak kunjung keluar. Setelah dilihat, korban sudah mengambang di bawah lobang dengan kedalaman 15 meter," ujar Mamat kepada wartawan.

Mamat menambahkan, dia lalu meminta bantuan kepada warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Polsek Ciemas. Dia merasa kesulitan mengeluarkan jasad korban yang sudah mengambang di dalam sumur, karena di dalam lobang tambang mengandung gas zat asam yang beracun.

Sementara itu, Kapolsek Ciemas Polres Sukabumi melalui Kanit Reskrim Aiptu Fery S menambahkan bahwa seusai menerima laporan tersebut, aparat datang ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) untuk mengevakuasi korban.

"Proses evakuasi korban di lubang bekas tambang emas dengan cara setelah 30 menit lalu menggunakan tiga alat blower penghisap zat beracun dan mengangakt korban ke permukaan dalam keadaan sudah meninggal dunia," ujar Fery kepada wartawan.

Fery menambahkan, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka yang tidak jauh jaraknya antara bekas lokasi tambang dengan rumahnya. Setelah mendatangi TKP langsung mendatangi rumah duka dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

"Pihak keluarga sudah mengikhlaskan serta kejadian tersebut sudah dianggap musibah dan tidak ada unsur kesengajaan," ujar Fery. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: