Derita Berkepanjangan Rizki, Anak Penderita Cerebral Palsy

Miftahudin ยท Jumat, 09 Februari 2018 - 17:18 WIB
Derita Berkepanjangan Rizki, Anak Penderita Cerebral Palsy
Rizki dirawat di Rumah Sakit Permata Cirebon, Jabar. (Foto: iNews/Miftahudin)

CIREBON, iNews.id – Muhamad Rizki, seorang anak berusia lima tahun asal Desa Sutawinangun, Pecilon Indah, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), mengalami derita berkepanjangan sejak tahun 2013. Rizki divonis mengalami cerebral palsy, yaitu gangguan gerak yang memengaruhi otot, gerakan dan ketrampilan motorik karena kerusakan otak. Selama empat tahun, Rizki hanya bisa terbaring lemah dan tidak bisa bermain seperti anak-anak seusianya.

Tak sanggup membiayai pengobatan Rizki, keluarga sempat hanya merawatnya di rumah. Namun, saat ini, Rizki dirawat di Rumah Sakit Permata Cirebon. Dokter harus memasang selang oksigen untuk membantu Rizki tetap bisa bernapas.

Sejak mendapat perawatan medis, kondisi Rizki menunjukkan sedikit perubahan. Keluarga masih sulit berkomunikasi dengannya karena Rizki hanya bisa mengangguk dan mengedipkan mata. “Sudah sejak 2013 kondisinya seperti ini. September nanti dia berulang tahun ke-6. Alhamdulillah sudah ada sedikit perubahan,” kata nenek Rizki, Satri saat ditemui di Rumah Sakit Permata Cirebon, Jumat (9/2/2018).

Sementara Direktur Pelayanan Medis Rumah Sakit Permata Cirebon, Dokter Andi yang menangani Rizki memaparkan, Rizki didiagnosa mengalami cerebral palsy yang umum disebut CP. Rizki mengalami kelainan pada bagian otaknya sehingga mengalami gangguan motorik dan gangguan lainnya. Hal ini diperparah dengan asupan gizi yang buruk sejak dia bayi.

“Kalau orang awamnya bilang, nggak bergerak sama sekali. Sekarang sudah mulai aktif gerakannya. Makannya juga sekarang sudah mulai bagus, tapi memang masih pakai diet susu dulu," ujarnya.

Meskipun masih dalam perawatan dan kondisinya bisa membaik, Andi Perdana mengatakan, kondisi Rizki sulit untuk kembali normal seperti anak seusianya. Sebab, Rizki sudah memiliki masalah secara genetik.

“Kalau untuk kemungkinan normal, bisa dibilang tidak mungkin karena ini kasus cerebral palsy. Memang dia bermasalah secara genetik. Ada gangguan pertumbuhan pada otaknya. Jadi pasiennya disebut sadar, tapi bukan dalam batas orang normal. Kalau normal kan bisa komunikatif, ini nggak,” paparnya.

Andi juga mengatakan, proses penyembuhan Rizki membutuhkan waktu lama. Rizki akan menjalani fase terapi yang panjang. “Sekarang kami fokus pada kebutuhan kestabilan untuk daya tahan tubuhnya, kalau untuk pergerakan motorik bertahap,” kata Andi Perdana.

Keluarga berharap Rizki mendapat mukzizat sehingga dapat sembuh dan normal seperti anak-anak seusianya. Keluarga juga berharap ada uluran tangan dari dermawan untuk membantu biaya pengobatan. “Harapan saya, Rizki cepat sembuh, walaupun mungkin nanti dia cacat. Saya terima dengan lapang dada. Yang penting dia bisa sehat,” kata Satri.


Editor : Maria Christina