Densus 88 Antiteror Geledah Tempat Tinggal Terduga Teroris di Cicendo Bandung

Antara ยท Kamis, 10 Oktober 2019 - 22:59 WIB
Densus 88 Antiteror Geledah Tempat Tinggal Terduga Teroris di Cicendo Bandung
Ilustrasi penggeledahan Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah tempat tinggal terduga teroris berinisial WBN alias Wahyu, di Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019). Lokasi penggeledahan tersebut merupakan kamar yang berdekatan dengan sebuah bengkel.

Pemilik bengkel Agus mengatakan, ada polisi yang datang sekitar pukul 13.00 WIB. Dia juga menyebut WBN pernah bekerja sebagai petugas keamanan di daerah tersebut.

Dia mengatakan aparat Densus 88 tersebut membawa beberapa barang yang ada dari kamar WBN. Menurutnya ada lima mobil Densus 88 yang mendatangi lokasi tersebut.

Agus tak menyangka WBN telah ditangkap dan dinyatakan sebagai terduga teroris. Selama ini, dia menyebut tidak ada gelagat aneh dari mantan rekan kerjanya tersebut.

"Dia (WBN) asalnya dari Tasikmalaya. Setahu saya dia itu yatim piatu," kata Agus.

BACA JUGA: Densus 88 Polri Kembangkan Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi

Menurutnya, WBN pernah menjalani pendidikan di sebuah perguruan tinggi seni di Bandung. Berdasarkan keterangan polisi, WBN diduga telah terpapar paham radikal.

"Dia kuliah ngambil jurusan film-film gitu," ucapnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan Densus 88 tersebut. Penggeledahan tersebut selesai pada sekitar pukul 15.00 WIB.

"Benar ada penggeledahan oleh Densus," kata Trunoyudo, Kamis (10/10/2019).

Dalam penggeledahan tersebut, menurutnya ada beberapa barang bukti yang diamankan. Di antaranya tiga bungkus serbuk berwarna berbeda, satu bungkus air softgun, empat isi ulang gas air softgun dan satu pisau belati.

Selain itu ada juga beberapa dokumen diduga milik WBN, seperti satu kertas fotokopi berjudul Hukum Seputar Baiat, kemudian Revolusi Syiah, dokumen konsep rencana amaliyah dan beberapa catatan nomor ponsel serta beberapa pakaian. WBN saat ini ditahan untuk pengembangan kasus dan jaringannya.


Editor : Donald Karouw