Data Sementara, 26 Rumah di Sukabumi Rusak akibat Gempa Banten

Antara ยท Sabtu, 03 Agustus 2019 - 07:20 WIB
Data Sementara, 26 Rumah di Sukabumi Rusak akibat Gempa Banten
Rumah warga rusak akibat gempa. (Foto: Dok iNews).

SUKABUMI, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mencatat jumlah rumah rusak akibat gempa sebanyak 26 unit. Data ini berdasarkan informasi yang masuk hingga Sabtu (3/8/2019) dini hari.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, jumlah rumah rusak akibat gempa Banten dengan magnitudo 7,2, kemungkinan akan bertambah. Petugas dibantu relawan kini masih melakukan pendataan di lapangan.

"Jumlah rumah yang rusak terus diperbaharui dan kemungkinan masih bertambah. Data terakhir pukul 01.00 WIB dini hari, ada 26 unit rumah yang rusak akibat gempa," kata Sutisna kepada wartawan di Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Puluhan rumah yang rusak tersebut tersebar di 15 kecamatan, yakni Parakansalak, Cikembar, Ciambar, Sagaranten, Cidahu, Nagrak, Bojonggenteng, Kalapanunggal, Sukaraja, Waluran, Warungkiara, Cireunghas, Cisolok, Cicantayan, dan Ciemas.

Untuk jumlah rumah rusak berat tiga unit, rusak ringan 16 unit, dan rusak sedang tujuh unit. Sejumlah fasilitas publik juga rusak, di antaranya bangunan majelis taklim di Kecamatan Sukaraja.

"Ada sembilan warga yang mengungsi karena rumah mereka rusak berat," ujar dia.

Pengungsi tersebar di beberapa kecamatan, antara lain empat orang dari Kecamatan Nagrak, tiga orang dari Kecamatan Waluran dan dua orang di Kecamatan Ciemas.

Warga yang rumahnya rusak berat, kata dia, sementara diungsikan ke tempat keluarga terdekat maupun kerabatnya. Bantuan darurat mulai disalurkan BPBD, seperti alat perlengkapan makan, tidur, mandi, dan makanan siap saji.

"Untuk kerugian masih dalam penghitungan, karena saat ini kami fokuskan untuk mendata rumah maupun fasilitas umum lainnya yang rusak," katanya.

Dia mengimbau, warga tidak mempercayai informasi maupun berita yang belum jelas asal-usulnya dan sumbernya. Warga juga diminta untuk tetap siaga dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal