Dampak Covid-19, Kinerja Ekspor Jabar Menurun

Sindonews, Arif Budianto ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 13:39 WIB
Dampak Covid-19, Kinerja Ekspor Jabar Menurun
Ilustrasi ekspor-impor. (Foto Ist).

BANDUNG, iNews.id - Kinerja ekspor Jawa Barat terutama sektor nonmigas sejak Februari hingga Mei 2020 terus menurun. Hal itu akibat dampak pandemi Covid-19.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, nilai ekspor Jawa Barat per Mei 2020 hanya mencapai USD1,50 miliar atau menurun 16,57 persen dibanding April 2020. Sedangkan jika dibandingkan Mei 2019 turun 44,90 persen.

Ekspor nonmigas pada Mei 2020 hanya mencapai USD1,49 miliar, turun 17,03 persen dibanding April 2020. Sedangkan ekspor migas sedikit naik sebesar 81,17 persen, menjadi USD 14,99 juta.

"Kinerja ekspor Jawa Barat yang terus menurun ini, perlu menjadi perhatian, mengingat ekonomi Jabar lebih banyak ditopang manufaktur," kata Dody di Bandung, Kamis (2/7/2020).

Secara kumulatif, kata dia, nilai ekspor Jawa Barat Januari-Mei 2020 mencapai USD10,48 miliar atau menurun 15,59 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD10,41 miliar atau menurun 15,54 persen.

Tren penurunan kinerja ekspor Jabar tercatat terus terjadi sejak Februari 2020. Pada Februari, kinerja ekspor menari USD2.409 miliar. Kemudian Maret sebesar USD2.381 miliar, April USD1.794 miliar, dan Mei sebesar USD1.488 miliar.

"Penurunan ekspor nonmigas terbesar pada Mei 2020 terjadi pada golongan alas kaki sebesar -30,08 persen, diikuti oleh plastik dan barang dari plastik sebesar -25,30 persen, serta mesin atau pesawat mekanik sebesar -25,27 persen," jelas dia.

Menurut di, ekspor Non Migas hasil industri pengolahan Mei 2020 turun 45,18 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019. Ekspor hasil pertanian turun 19,84 persen, serta ekspor hasil tambang dan lainnya turun 67,91 persen.

Saat ini, kinerja ekspor nonmigas Mei 2020 terbesar masih ke Amerika Serikat, yaitu USD262,59 juta, disusul Jepang USD166,82 juta, dan Tiongkok USD139,86 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,24 persen.

"Tapi secara nilai neraca perdagangan luar negeri Jawa Barat Mei 2020, tercatat surplus USD1,04 miliar, dengan demikian kumulatif Januari-Mei 2020 surplus mencapai USD6,94 miliar," ujar Dody.


Editor : Faieq Hidayat