Bus Trans Metro Pasundan Minim Sosialisasi, Sopir Angkot di Cimahi Protes

Adi Haryanto · Senin, 11 April 2022 - 17:42:00 WIB
Bus Trans Metro Pasundan Minim Sosialisasi, Sopir Angkot di Cimahi Protes
Bus Trans Metro Pasundan koridor 2 dengan rute Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, melalui Cimahi,   banyak dikeluhkan sopir angkot akibat minim sosialisasi. (Foto: Dok.MPI)

CIMAHI, iNews.id - Keberadaan Bus Trans Metro Pasundan koridor 2 dengan rute Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), banyak dikeluhkan sopir angkutan kota (angkot). Bus buy the service (BTS) yang melintas wilayah Cimahi ini dinilai minim sosialisasi. 

Banyak sopir yang mengaku kaget dan mengeluh, mengingat dalam uji coba yang dilakukan tiket bus tersebut digratiskan.

Di Kota Cimahi, para sopir dan pengusaha angkot sempat melakukan pencegatan bus tersebut dan meminta agar penumpangnya turun. Berdasarkan informasi yang diperoleh aksi itu dilakukan di Jalan Gedong Opat, Kota Cimahi pada akhir pekan lalu.

"Betul ada kejadian itu, Sabtu kemarin di Jalan Gedong Opat," kata Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang, Senin (11/4/2022).


Dikatakannya, para pengusaha angkutan umum itu merasa tidak ada sosialisasi terkait keberadaan BTS sehinggga sangat dirugikan. Setelah adanya kejadian itu, pihaknya langsung melakukan pertemuan bersama sejumlah pihak terkait sehingga situasi kembali kondusif. 

Mereka meminta agar mengkaji kembali tarif gratis yang berlaku saat uji coba ini. Kemudian jarak antarhalte hingga pemotongan rute khusus di Kota Cimahi pun diminta untuk dilakukan perubahan supaya tidak bersinggungan dengan jalur angkot. 

"Pengusaha dan sopir angkutan merasa mereka tidak tau adanya BTS, apalagi dengan sistem tiket gratis di awal-awal ini. Permintaan itu sudah ditampung Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) IX Jawa Barat untuk diteruskan ke Kementerian Perhubungan," ujarnya. 


Terpisah, Ketua Organda KBB Asep Dedi Setiawan mengaku di KBB tidak sampai ada pengadangan bus tersebut. Namun semua sopir mengeluhkan dengan beroperasinya bus tersebut, sehingga pihaknya akan mengomunikasikan hal ini dengan Dishub. 

"Di KBB situasi masih kondusif, tapi semua sopir angkot semua mengeluh, sama. Nanti kami akan sikapi hal ini lebih lanjut," ujarnya. 



Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: