Bus Rombongan CJH Sukabumi Tabrak Pagar Gedung Juang 45, 1 Tewas dan 4 Terluka

Indra Firdaus ยท Rabu, 17 Juli 2019 - 10:49:00 WIB
Bus Rombongan CJH Sukabumi Tabrak Pagar Gedung Juang 45, 1 Tewas dan 4 Terluka
Potongan gambar saat bus rombongan CJH Sukabumi menabrak bagian atas beton pembatas pagar hingga roboh. (Foto: iNews/Indra Firdaus)

SUKABUMI, iNews.id – Insiden mengerikan terjadi saat pemberangkatan iring-iringan bus rombongan calon jemaah haji (CJH) di Gedung Juang 45, Jalan Veteran, Cikole, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/7/2019). Bus terakhir menyenggol tembok beton pembatas pagar hingga bagian ujungnya roboh dan menimpa warga.

Dalam peristiwa itu, seorang bocah perempuan berusia 12 tahun tewas terjepit. Sementara empat lainnya luka-luka di kepala dan patah kaki terkena reruntuhan tembok.

Dalam video yang beredar luas, kengerian ini berawal saat tujuh bus rombongan CJH kloter Sukabumi baru saja memulai pemberangkatan dari Gedung Juang 45. Para keluarga pengantar yang ada di halaman luar gedung tampak berkerumun menyaksikan momen tersebut.

Namun bus terakhir yang menjadi kendaraan cadangan menyenggol tembok beton pembatas pagar di pintu keluar gedung tersebut. Suasana keriuhan pelepasan jemaah haji mendadak berubah menjadi kengerian.

Warga bersama petugas berupaya mengevakuasi korban luka akibat tertimpa reruntuhan beton tembok dan menolong bocah yang terjepit di pagar.

"Tadi saat pemberangkatan ada tujuh bus utama yang berisikan para jemaah haji. Enam dapat melewati pagar tanpa kendala. Namun bus terakhir menyenggol pagar beton kemudian menggecet salah satu korban. Tembok pagar itu roboh dan menimpa empat warga lainnya di lokasi,” ujar Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo Condro, Selasa (16/7/2019).

Dia mengungkapkan, masih menyelidiki insiden tersebut dan memeriksa sejumlah saksi-saksi di lokasi kejadian.

“Keterangan saksi, kejadian ini mengarah dugaan kelalaian sopir. Sopir ini ER ceroboh dan kami sudah amankan yang bersangkutan untuk pemeriksaan, termasuk bus-nya,” kata Susatyo.

Pantauan iNews, para korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Syamsudin untuk mendapat penanganan medis. Namun begitu mendengar salah satu korban dinyatakan meninggal, yakni bocah perempuan yang terjepit badan bus dan pembatas pagar, isak tangis keluarga pun pecah. Mereka menuntut pelaku yang tak lain sopir bus mendapat hukuman setimpal.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: