Bupati Majalengka Buat Aturan Teknis PPKM, Anak dan Lansia Dilarang Masuk Mal

Inin nastain · Rabu, 11 Agustus 2021 - 14:26:00 WIB
Bupati Majalengka Buat Aturan Teknis PPKM, Anak dan Lansia Dilarang Masuk Mal
Pusat perbelanjaan di Majalengka dibolehkan buka saat penerapan PPKM Level 3. Namun anak-anak dan lansia dilarang masuk pusat perbelanjaan. (Foto: iNews.id/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Bupati Majalengka Karna Sobahi mengeluarkan aturan teknis sebagai turunan dari Ketetapan Menteri Kesehatan terkait penerapan PPKM Level 3 di Majalengka. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 443.1/1226/BPBD yang isinya hampir sama dengan Inmendagri Nomor 32 tahun 2021. 

Salah satu yang diatur adalah mengenai beroperasinya pusat perbelanjaan. Dalam SE yang diterbitkan pada Selasa (10/8/2021) itu disebutkan, kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka. Ketentuannya kapasitas maksimal 25 persen dan jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan prokes secara lebih ketat.

Pada point selanjutnya disebutkan, penduduk dengan usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun dilarang memasuki pusat perbelanjaan, mal dan pusat perdagangan. Kendati mal dibolehkan buka, tetapi wahana hiburan di dalamnya tidak diperbolehkan beroperasi.

Untuk dunia pendidikan, seperti yang tertuang dalam SE itu, dibolehkan tatap muka. Namun, dengan kapasitas terbatas yakni 50 persen. Aturan main itu berlaku dari mulai perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren, dan tempat pelatihan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Majalengka Iskandar Hadi mengatakan, pihaknya tidak bisa keluar dari aturan yang ada di atasnya, baik itu dari pemprov maupun pusat. 

“Majalengka masih di level 3. Kita tidak bisa keluar dari aturan, baik dari pusat maupun provinsi. Ada beberapa perubahan di Inmendagri 30, terutama di sektor pendidikan dan beberapa hal yang sedikit ada pelonggaran. Mohon dengan keiklasan agar semuanya tetap bersabar dan berusaha keras membantu bersama dengan pemerintah agar kita bisa segera keluar dari pandemi ini,” kata Kalak.

Terpisah, pengelola salah satu pusat perbelanjaan di Majalengka, Dede mengatakan, pihaknya berupaya untuk menerapkan prokes pencegahan Covid-19 secara ketat. Pengawasan ketat terhadap jumlah pengunjung adalah salah satu upaya yang dilakukannya.

“Kami lakukan imbauan di pintu masuk. Memastikan agar kapasitas 50 persen. Imbauan jaga jarak dengan audio dan visualisasi di lokasi potensi kerumunan, seperti di kasir dan eskavator. Kami juga menutup wahana bermain anak yang berpotensi mnimbulkan kerumunan. Untuk jam operasi, kami sampai pukul 20.00 WIB,” kata Humas pusat perbelanjaan yang ada di Jalan Cigasong-Jatiwangi itu.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: