Bupati Bogor Minta Tokoh Agama Awasi 6 Desa Lokasi Kawin Kontrak di Puncak

Antara ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 20:45 WIB
Bupati Bogor Minta Tokoh Agama Awasi 6 Desa Lokasi Kawin Kontrak di Puncak
Bupati Bogor. (Foto dok iNews.id)

BOGOR, iNews.id - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah mendeteksi 6 desa di kawasan Puncak yang sering menjadi lokasi praktek kawin kontrak. Praktek kawin kontrak itu melibatkan turis asing.

"Di sekitar Desa Tugu Utara, Desa Tugu Selatan, Desa Batulayang, Desa Cibeureum, Desa Cisarua, dan Desa Cipayung," kata Ade di Bogor, Jumat (20/12/2019).

Menurut Ade, praktek kawin kontrak itu biasanya melibatkan turis asing dari kawasan Timur Tengah. Biasanya, para turis Arab itu menikah kontrak dengan para mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Cianjur Selatan.

Tarif untuk kawin kontrak pun beragam. Merujuk hasil penelitian yang pernah dilakukan Pemkab Bogor sebelumnya, untuk sekali melangsungkan kawin kontrak dibutuhkan biaya Rp5 juta sampai Rp20 juta.

Jangka waktunya pun beragam, mulai dari satu hingga dua bulan. Namun ada juga yang sampai tahunan.

Ade mengaku prihatin dengan fenomena ini. Ia meminta tokoh agama setempat untuk peduli.  

"Ini perlu perhatian dan peran khusus agamawan,” kata perempuan yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.

Hal yang sama disampaikan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Bogor, Kardenal yang mengatakan praktek kawin kontrak mencoreng citra pariwisata kawasan Puncak, Bogor.

Kardenal menyebut, Pemkab Bogor akan melakukan penertiban terhadap penghulu bodong yang tidak terdaftar di Kantor Urusan Agama yang selama ini memfasilitasi praktek kawin kontrak.

"Kita akan shock therapy amil (penghulu) bodong. Calonya juga coba kita tertibkan. Kita tidak ingin Puncak terkenal dengan kawin kontraknya, itu bertentangan dengan Karsa Bogor Berkeadaban," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto