Bukan Bandung, Ini Kata Ridwan Kamil Kawasan Masa Depan di Jabar

Antara ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 17:35 WIB
Bukan Bandung, Ini Kata Ridwan Kamil Kawasan Masa Depan di Jabar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Rabu (9/1/2019). (Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar)

SUBANG, iNews.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, terdapat 32 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di wilayahnya. Salah satunya yakni proyek Pelabuhan Patimban di Subang, yang mengindikasikan Jabar sebagai provinsi strategis di Indonesia.

Dia berharap, masyarakat Subang terus mendukung proyek pembangunan tersebut. Sebab ke depan, kawasan utara Jabar ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang canggih dan futuristik.

"Kawasan ini akan menjadi yang paling canggih dan futuristik di masa depan, bukan Bandung. Karena sudah saya hitung dengan hadirnya BIJB, Pelabuhan Cirebon dan Patimban, menjadi segitiga emas, ekonomi akan berkembang. Saya imbau tokoh masyarakat, mari dukung karena akan bermanfaat suatu saat untuk anak cucu kita," ujar Emil-sapaan akrabnya, seusai meninjau proyek Patimban di Dermaga Agung Patimban, Kabupaten Subang, Rabu (9/1/2019).

Emil mengungkapkan, akan terus memantau secara berkala proyek Patimban yang dibangun oleh investor asal Jepang tersebut.

"Saya harap ini lancar. Sya percaya kalau orang Jepang sangat teliti. Setiap beberapa waktu saya akan rutin meninjau. Kalau sudah jadi, ini akan jadi yang tercanggih di dunia sehingga menjadi kebanggan Subang, Jabar dan Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Chief de Mission Embassy of Japan Ono Keiji mewakili pihak investor mengatakan, Patimban merupakan proyek simbolis yang sudah disepakati antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Menurutnya, kerja sama ini menandai hubungan persahabatan selama 60 tahun antara kedua negara.

"Kami berharap dapat berkontribusi besar dalam perbaikan iklim investasi dan ekspor. Kami berharap juga dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih lanjut," kata Ono.


Editor : Donald Karouw