Bosan Setiap Tahun kebanjiran, Warga Dayeuhkolot Bandung Minta Direlokasi
BANDUNG, iNews.id - Warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung mengaku bosan dengan bencana banjir luapan Sungai Tahun yang setiap tahun melanda permukiman. Mereka meminta direlokasi ke tempat aman.
Beberapa hari terakhir, banjir akibat luapan Sungai Citarum yang merendam ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Tidak hanya rumah, banjir juga merendam jalan protokol yang menghubungkan tiga kecamatan itu.
Bahkan banjir merendam sekolah dasar yang memaksa kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara waktu.
Pada Senin (8/5/2023), banjir dengan ketinggian antara 30 hingga 60 sentimeter (cm) masih merendam ribuan rumah warga.
Saat ini, banjir berangsur surut dibanding dua hari sebelumnya. Warga pun mulai membersihkan rumah masing-masing dari lumpur sisa banjir.
Akibat banjir, aktivitas warga pun masih terganggu. Mereka harus menggunakan perahu atau berjalan kaki menerobos genangan air banjir untuk beraktivitas.
"Banjir pada Senin pagi ini jauh lebih rendah jika dibandingkan Sabtu dan Minggu yang mencapai 1 hingga 1,5 meter," kata Ujang, warga terdampak banjir.
Walaupun berangsur surut, ujar Ujang, warga jenuh dengan banjir yang terus melanda dan datang berulang setiap tahun. Saat musim ujan tiba seperti saat ini.
"Sejumlah progam upaya penanganan banjir seperti kolam retensi hingga folder air, belum bisa mengatasi persoalan banjir Bandung selatan. Lebih baik warga direlokasi ke tempat aman," ujar Ujang.
Sekretaris Desa (Sekdes) Dayeuhkolot Sunardi mengatakan, banjir yang melanda Desa Dayeuhkolot kali ini terparah dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
"Warga di Desa Dayeuhkolot sudah bosan dengan kondisi seperti ini. Kami berharap pemerintah dapat merelokasi mereka ke tempat lebih aman dan terbebas dari banjir," ujar Sunardi.
Minimal, ujar Sunardi, pemerintah melakukan upaya konkret dengan membangun kolam retensi berukuran lebih besar dan bisa menampung debit air lebih banyak agar banjir di Dayeuhkolot tersebut bisa di minimalisir.
Editor: Agus Warsudi