get app
inews
Aa Text
Read Next : Niat Puasa Ayyamul Bidh April 2026 Digabung Puasa Syawal, Teks Arab dan Keutamaannya

Bolehkah Menggabung Puasa Ayyamul Bidh April 2026 dan Puasa Syawal? Ini Hukum dan Niatnya

Rabu, 01 April 2026 - 17:05:00 WIB
Bolehkah Menggabung Puasa Ayyamul Bidh April 2026 dan Puasa Syawal? Ini Hukum dan Niatnya
Ilustrasi kebolehan puasa syawal digabung dengan puasa ayyamul bidh bagi umat Islam. (Foto: freepik)

JAKARTA, iNews.id - Bolehkah menggabung puasa ayyamul bidh dan Puasa Syawal menjadi pertanyaan penting bagi umat Islam. Bulan April 2026 menjadi momen spesial bagi Umat Islam karena berkesempatan meraih pahala berlipat ganda.

Bagi Anda yang ingin menuntaskan puasa Syawal, saat ini adalah waktu yang paling tepat karena jadwalnya beriringan dengan puasa Ayyamul Bidh yang jatuh setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah yang bertepatan pada tanggal 2-4 April 2026.

Lantas, bolehkah menggabungkan dua niat puasa sunnah sekaligus dalam satu waktu? Berikut ulasan lengkapnya.

Bolehkah Menggabung Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Syawal

Melansir Buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Ahmad Luthfi, menggabungkan dua niat dalam satu puasa menurut ulama adalah boleh jika waktunya bersamaan baik puasa sunnah dengan qodho Ramadhan maupun puasa sunnah dengan puasa sunnah lainnya. Seperti Puasa Syawal digabung dengan puasa ayyamul bidh maupun puasa Senin Kamis ketika bersamaan dalam satu hari. 

Merujuk keterangan sejumlah literatur fiqih, sebagaimana dilansir dalam laman Majelis Ulama Indonesia, menggabungkan niat puasa sunnah Rajab dengan qadha puasa Ramadan hukumnya diperbolehkan dan dan sah, disamping itu pelakunya juga berhak memperoleh pahala dari kedua ibadah tersebut.

Bahkan, dalam fatwa yang disampaikan oleh Imam Al-Barizi (wafat 738 H), sebagaimana dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi (wafat 1310 H), dijelaskan bahwa sekalipun seseorang hanya berniat menunaikan qadha puasa Ramadhan, pahala puasa sunah Rajab tetap dapat diraih secara otomatis:

الصَّوْمُ فِي الْأَيَّامِ الْمُتَأَكَّدِ صَوْمُهَا مُنْصَرِفٌ إِلَيهَا، بَلْ لَوْ نَوَى بِهِ غَيْرَهَا حَصَلَتْ إلخ: زَادَ فِي الْإِيْعَابِ وَمِنْ ثَمَّ أَفْتَى الْبَارِزِى بِأَنَّهُ لَوْ صَامَ فِيْهِ قَضَاءً أَوْ نَحْوَهُ حَصَلَا، نَوَاهُ مَعَهُ أَوْ لَا

Artinya: “Berpuasa pada hari-hari yang dianjurkan secara otomatis akan memperoleh keutamaan khusus pada hari-hari tersebut. Bahkan jika seseorang berniat untuk berpuasa dengan niat lainnya, pahala dari keduanya tetap bisa didapatkan.

Dalam kitab Al-I’ab, dijelaskan bahwa berdasarkan kesimpulan tersebut Imam Al-Barizi memberikan fatwa bahwa jika seseorang melakukan puasa qadha’ (Ramadhan) atau puasa lainnya pada hari-hari yang dianjurkan, maka pahala dari kedua puasa tersebut tetap bisa diperoleh, baik dengan niat puasa sunah maupun tidak.” (Hasyiyah I’anah At-Thalibin [Beirut: Dar Al-Fikr], vol 2, h 252)

Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّال وَعَنْ صَوْمَ ايام البيض ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwaali wa 'an shauma ayyamal bidh
lillaahi ta’aala

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal dan puasa ayyamul bidh esok hari karena Allah SWT.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut