Bocah Lagi Jajan di Padalarang Dicabuli Pemilik Warung, Modus Pura-Pura Gendong

Sindonews, Adi Haryanto ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 10:11 WIB
Bocah Lagi Jajan di Padalarang Dicabuli Pemilik Warung, Modus Pura-Pura Gendong
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Istimewa)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Ondi Permana (45) penjaga warung asal warga Kampung Pojok, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat ditangkap polisi. Sebab pelaku mencabuli bocah berusia 5 tahun.

"Kami dapat laporan kasus pencabulan, kini pelakunya sudah diamankan. Pelakunya pria penjaga warung dengan korbannya bocah perempuan berusia 5 tahun," kata Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, Kamis (2/7/2020)

Dia mengatakan, peristiwa pencabulan oleh pelaku tersebut terjadi pada 22 Mei 2020 lalu. Korban merupakan tetangganya sendiri yang dicabuli saat jajan ke warung pelaku.

Ketika itu orang tua korban menyuruh anaknya untuk jajan sekaligus membeli sikat di warung tersangka. Situasi di warung sedang sepi sehingga pelaku dengan bebas melakukan aksi bejatnya.

Modusnya pelaku pura-pura menggendong korban untuk mengambil jajanan yang posisinya tinggi. Di saat yang bersamaan ternyata dimanfaatkan pelaku untuk mencabuli korban.
Tindakan asusila itu dilakukan cukup lama, baru setelah puas korban akhirnya disuruh pulang oleh pelaku.

Saat tiba di rumah, korban kemudian menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya. Kaget dan tidak terima dengan kelakuan pelaku, orang tua korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada 23 Mei 2020.

Petugas yang mendapatkan laporan lalu melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi maupun pelaku. Termasuk melakukan visum terhadap korban.

Berdasarkan keterangan dan alat bukti yang dimiliki, petugas akhirnya mengamankan pelaku. Namun di depan polisi, pelaku berdalih tidak melakukan pencabulan tersebut.
Pelaku beralasan hanya menggendong korban dan tidak sampai mencabuli. Dia juga mengaku kalau masih bersaudara dengan keluarga korban. Namun ketika dikonfirmasi ternyata keluarga korban mengatakan tidak ada hubungan saudara dengan pelaku.

"Korban sebenarnya sering jajan dan belanja ke warung pelaku, namun saat itu pelaku nekat melakukan tindakan asusila," ucap dia.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Faieq Hidayat