Berstatus Zona Kuning, Bupati KBB Sebut Data Covid-19 Jabar Tak Sesuai

Sindonews, Adi Haryanto ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 09:58:00 WIB
Berstatus Zona Kuning, Bupati KBB Sebut Data Covid-19 Jabar Tak Sesuai
Ilustrasi. (foto: ist).

BANDUNG BARAT, iNews.id - Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mempertanyakan status level kewaspadaan Covid-19 di wilayahnya dari zona biru menjadi kuning. Dia menilai data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat tidak sesuai dengan data Pemda.

"Saya kira ada data yang miss atau tidak sesuai dipakai oleh GTPP COVID-19 Jabar. Padahal berdasarkan data yang kami pegang, KBB masih di zona biru karena tidak ada temuan kasus baru," kata Aa Umbara, Senin (6/7/2020)

Dia mengambil contoh, ada pasien positif yang datanya masuk ke KBB, padahal itu bukan warga KBB. Contoh kasus pasien di Kecamatan Parongpong yang ketika dilakukan pelacakan ternyata sudah lama tinggal di Kota Bandung.

Hal semacam itu, kata Bupati, oleh pihak provinsi tidak dikroscek terlebih dahulu tapi langsung dimasukan sebagi warga KBB. Atas hal tersebut, dia meminta Satgas COVID-19 KBB termasuk Dinas Kesehatan KBB segera menyampaikan data terbaru ke provinsi.

Tujuannya untuk menghindari munculnya kesimpangsiuran informasi dan ketidakakuratan data yang bisa berpengaruh kepada persepsi opini di masyarakat.

"Saya menyakini bahwa saat ini KBB masih zona biru. Oleh karenanya masyarakat atau wisatawan tidak perlu ragu untuk berkunjung ke KBB," ujar Bupati.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB Hernawan Widjajanto mengaku sudah melakukan kroscek data yang dimiliki GTPP KBB dengan data GTPP Provinsi Jabar.

Sedikitnya ada lima data penderita Covid-19 yang dimasukkan ke KBB. Padahal mereka warga dari daerah lain.

Sedangkan untuk total kasus positif Covid-19 di KBB, saat ini sebanyak 73 orang. Pasien sembuh 55 orang dan 3 orang meninggal.

"Memang ada yang KTP-nya KBB tapi sudah lama tinggal di daerah lain, serta ada warga yang alamatnya luar KBB tapi dimasukkan sebagai warga KBB," ucap Widjajanto.


Editor : Faieq Hidayat