Bermain Bola Api, Tradisi Unik Santri di Cirebon Sambut Bulan Ramadan

Toiskandar ยท Jumat, 04 Mei 2018 - 20:48:00 WIB
Bermain Bola Api, Tradisi Unik Santri di Cirebon Sambut Bulan Ramadan
Para santri di Ponpes Alhikamus Salafiah Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, bermain bola api, Jumat malam (4/5/2018). (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat menggelar berbagai tradisi. Salah satunya di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Jumat (4/5/2018) malam, ratusan santri melakukan atraksi dengan mandi petasan, atraksi api, dan bermain bola api. Atraksi ini ungkapan sukacita para santri karena akan bertemu kembali dengan bulan puasa yang tinggal 11 hari lagi.

Tradisi yang dilakukan para santri di Pondok Pesantren Alhikamus Salafiah Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, diawali dengan atraksi yang sangat menegangkan. Dua orang santri berdiri di tengah lapangan untuk mandi petasan yang dibalutkan di tubuhnya. Uniknya, mereka tak terluka selama melakukannya.

Tak hanya mandi api, puluhan santri juga melakukan atraksi api. Berbagai permainan santri dengan menggunakan api ini membuat kagum para penonton di sekitar lapangan. Kemudian, para santri bermain bola api yang terbuat dari kelapa, layaknya bermain sepak bola. Seakan tidak merasakan panas mereka saling berebut bola api tersebut.



Atraksi api. (Foto: iNews/Toiskandar)


Salah satu santri, Taufik mengungkapkan, tradisi mandi dan atraksi api, serta main bola api ini digelar untuk menyambut datangnya bulan puasa. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun. Berbagai kegiatan berkaitan dengan api itu menjadi bentuk rasa pasrah diri kepada Sang Pencipta atas segala kekuatan Ilahi.

“Untuk kegiatan itu, pertama persiapan para pemain untuk menyiapkan diri, itu yang paling pokok. Kedua, menyiapkan peralatan seperti kelapa dan tongkat dari bambu. Selanjutnya adalah kerja sama seluruh pemain untuk melakukan atraksi bola api,” kata Taufik.

Sementara Panitia Ustaz Baequni mengatakan, acara bola api itu sudah menjadi tradisi sejak tahun 50-an untuk menyambut bulan Ramadan. “Ini juga rangkaian acara dari akhirusanah. Ini bermula dari tahun sekitar 1950 dan alhamdulillah sampai saat ini masih mampu bertahan dan menjadi bagian dari tradisi sekolah ini,” kata Ustaz Baequni.

Selain mengundang decak kagum, berbagai kegiatan yang dilakukan para santri ini juga mengundang gelak tawa para penonton. Ribuan warga terlihat sangat antusias melihat aksi mereka hingga memadati pinggir lapangan.

Editor : Maria Christina

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: