Berkaca dari Pilgub Jabar 2008 dan 2013, Asyik dan Hasanah Pede Menang
JAKARTA, iNews.id – Hasil survei Lembaga Indo Barometer yang menyebutkan elektabilitas pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dan Hasanuddin-Anton (Hasanah) masih kecil, tidak membuat kedua pasangan ini berkecil hati. Pasangan Asyik dan Hasanah justru tetap percaya diri (pede) bisa memenangkan Pilgub Jabar 2018.
Optimisme ini didasarkan pengalaman pilkada sebelumnya, yakni Pilgub Jabar 2008 dan 2013. Hasil pilkada menunjukkan kondisi yang berbeda dibandingkan dengan sejumlah hasil survei pilkada. Pasangan yang dalam hasil survei menunjukkan elektabilitas rendah atau kalah dalam survei, justru memenangkan pilkada.
Hal ini juga diungkapkan Lembaga Indo Barometer. Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, menjelang Pilkada Jabar tahun 2008, Danny Setiawan yang maju sebagai incumbent memiliki elektabilitas tinggi dalam survei. Akan tetapi, pada akhirnya hasil pilkada menunjukkan pasangan Danny-Iwan harus puas di posisi ketiga. Bahkan Danny di bawah satu tingkat dengan Wakilnya Nu'man Abdul Hakim.
“Yang menarik, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf yang notabenenya sebagai pendatang baru dan kalah di survei, akhirnya bisa memenangkan Pilkada Jawa Barat 2008,” kata Qodari di Hotel Harris FX Sudirman, Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Qodari juga menyebutkan, hasil Pilkada Jabar 2013, Ahmad Heryawan yang berpasangan dengan Deddy Mizwar berhasil memenangkan perebutan kursi nomor satu dan dua di Jabar. Padahal dalam survei, wakil dari Ahmad Heryawan sebelumnya di periode 2008-2013, Dede Yusuf yang berpasangan dengan Lex Laksamana, selalu menduduki posisi pertama selama survei.
"Namun, pada akhirnya mereka harus puas di peringkat ketiga. Bahkan Dede Yusuf-Lex juga kalah dengan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang di survei selalu di bawah Dede Yusuf-Lex dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar,” paparnya.
Mencermati dinamika di Pilkada Jabar 2008 dan 2013 tersebut, Ketua DPP PDIP Sukur Nababan optimistis kondisi yang sama bisa terjadi pada Pilgub Jabar tahun ini. Dia meyakini pasangan Hasanah akan memenangkan Pilgub Jabar meskipun saat ini di hasil-hasil survei masih menduduki posisi paling bawah.
"Fakta di Pilkada Gubernur 2008 dan 2013 tersebut, posisi yang berada di atas dalam hasil survei pada akhirnya kalah dalam hasil pilkada resminya. Kami (Hasanah) masih yakin bahwa kejadian tersebut bisa terulang di Jawa Barat,” papar Sukur.
Sementara Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Ferry Juliantono juga mengamini apa yang disampaikan Sukur. Hasil survei bisa sangat berbeda dengan hasil pilkada sebenarnya. Bagi partai-partai pengusung, hasil survei akan menjadi pembelajaran untuk mengerahkan mesin politik meraih suara bagi para pasangan calon yang diusung di Pilgub Jabar.
“Sekarang pun, tidak ada yang menyangka pak Ridwan Kamil akan bisa turun sedrastis ini. Saya yakin bulan depan akan menurun lagi yang lebih besar,” papar Ferry.
Editor: Maria Christina