Berdalih Sepi Job saat PPKM, 2 DJ di Majalengka Nyambi Bisnis Prostitusi Online

Inin nastain · Rabu, 04 Agustus 2021 - 12:21:00 WIB
Berdalih Sepi Job saat PPKM, 2 DJ di Majalengka Nyambi Bisnis Prostitusi Online
Dua tersangka prostitusi online di Majalengka ditangkap polisi. (Foto: iNews.id/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Berdalih job sepi lantaran tempat hiburan tutup, dua DJ (disc jockey) perempuan yang biasa manggung di wilayah hukum Cirebon nekat berbisnis prostitusi. Alhasil, keduanya harus berurusan dengan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Kedua perempuan itu, masing-masing berinisial AL alias Alexa Go, warga Desa, Sukahaji Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka, dan SR alias Sindy warga Desa Cipicung Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka. Keduanya pun terancam hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, keduanya diduga melakukan prostitusi online dengan cara menawarkan seorang perempuan kepada laki-laki hidung belang. Bisnis keduanya diketahui petugas saat anak asuhnya melayani seorang laki-laki di salah satu hotel di Majalengka Kota, akhir Juli kemarin.

"Peristiwa ini diketahui Selasa 27 Juli 2021 di salah satu hotel di Kecamatan Majalengka. Unit PPA mendapatkan informasi adanya prostitusi online. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan berhasil diamankan dua tersangka," kata Kasat saat ekspose kasus di Mapolres, Rabu (4/72021).

Dari hasil pemeriksaan petugas, setidaknya ada lima foto perempuan yang ditawarkan tersangka kepada calon pelanggan. Perempuan-perempuan itu dijajakan lewat media sosial.

"Modusnya, tersangka menawarkan para wanita secara daring melalui aplikasi. Dari hp tersangka ditemukan lima foto perempuan yang ditawarkan melalui media sosial kepada pelanggan dengan tarif Rp4 juta," jelas dia.

Kepada petugas, jelas Kasat, mereka mengaku sudah melakukan bisnis itu sejak 2019. Selama ini, mereka lebih banyak menawarkan perempuan di wilayah hukum Cirebon.

"AL usia 30 dan SR 31 tahun, kedua tersangka berprofesi sebagai DJ di tempat hiburan di Cirebon. Keterangan mereka lebih banyak beroperasi di wilayah Cirebon," kata Siswo.

"Kalau dari keterangan tersangka, pekerjaan mereka terhambat, karena tutupnya tempat hiburan. Jadi alasan utamanya karena ekonomi. Dijerat Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UURI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, sub pasal 296 KUHP," ujar Kasat.

Sementara, di hadapan petugas, tersangka mengaku dirinya mendapat jatah sebesar 30 persen dari setiap transaksi yang dilakukan anak asuhnya. "Pembagiannya ya 70-30," kata salah satu tersangka singkat.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: