Begini Respons Ridwan Kamil terkait Pembubaran Ibadah di Cikarang

iNews.id ยท Selasa, 21 April 2020 - 10:23 WIB
Begini Respons Ridwan Kamil terkait Pembubaran Ibadah di Cikarang
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merespon pembubaran ibadah di salah satu kediaman warga non-muslim di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kejadian itu sudah diselesaikan secara damai.

"Permasalahan antar tetangga terkaitan peribadatan Cikarang Kab Bekasi, sudah diselesaikan dengan baik," kata Ridwan Kamil dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (21/4/2020).

Peristiwa bermula video viral diposting salah satu anggota keluarga Jamin Sihombing pada Minggu (19/4/2020). Ketika itu keluarga Jamin Sihombing tidak terima saat ibadah tersebut dibubarkan tokoh masyarakat setempat Imam Mulyana dengan cara yang kurang etis.

Dalam video berdurasi 32 detik yang diunggah akun instagram @arionsihombing itu terlihat dua orang pria mendatangi rumah warga. Salah satu pria yang mengenakan baju koko lengan panjang berwarna putih lengkap dengan peci dan sarung terlihat marah dan melarang ibadah yang dilakukan, seraya berujar tidak takut dilaporkan ke pihak berwajib atas tindakan arogannya itu.

Menurut pria disapa Kang Emil itu, kepolisian sudah turun tangan menyelesaikan masalah kejadian itu. Dia berharap kejadian itu tidak terulang kembali.

"Ada miskomunikasi. Aparat setempat sudah turun tangan. Kedua pihak Sudah maaf memaafkan. Dan semoga tidak terulang lagi," kata Kang Emil.

Imam Mulyana dan Jamin Sihombing sudah menyatakan berdamai setelah dimediasi oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan. Keduanya sepakat akan meningkatkan komunikasi, koordinasi, serta toleransi antarumat beragama khususnya dalam hal menjalankan peribadatan masing-masing.

"Segala sesuatu, harus diselesaikan dengan kepala dingin. Junjung tinggi silaturahim dan komunikasi antar tetangga," kata Ridwan Kamil.

Dia meminta masyarakat menjunjung nilai-nilai pancasila dan toleransi. Indonesia sangat indah jika semua saling menghormati antar umat beragama.

"Indahnya Indonesia ini jika semua saling hormat menghormati dan bertoleransi. Itulah esensi Pancasila kita," ucap dia.


Editor : Faieq Hidayat