Begini Kronologi Pasangan Lesbian Bunuh Sopir Taksi Online di Cikalong

Saufat Endrawan ยท Senin, 27 April 2020 - 17:20:00 WIB
Begini Kronologi Pasangan Lesbian Bunuh Sopir Taksi Online di Cikalong
Empat perempuan ditangkap Satreskrim Polresta Bandung atas dugaan pembunuhan seorang sopir GrabCar. (Foto iNews/Saufat)

BANDUNG, iNews.id - Dua pasangan perempuan diduga lesbian, membunuh sopir taksi online GrabCar di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Begini kronologi pembunuhan sopir tersebut.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menuturkan peristiwa bermula pelaku Rismawati, Ariska, Theresia, dan inisial E memesan GrabCar di Jakarta menuju Pangalengan, Kabupaten Bandung. Namun mereka tidak punya uang Rp1,7 juta untuk membayar taksi online itu.

“Mereka awalnya pesan Grab di Jakarta, lalu ke Jonggol dan Bekasi, sebelum menuju Pangalengan Bandung. Karena mereka ternyata tak punya uang untuk biaya Grab Rp1,7 juta, R mengajak ketiga temannya untuk membunuh sopir,” ujar Hendra di Mapolresta Bandung, Senin (27/4/2020).

Saat berada di Cikalong, pelaku mengeroyok dan memukul sopir dengan kunci Inggris yang ada di dalam mobil. Namun karena tak ada satupun yang mahir mengendarai mobil, terjadilah kecelakaan hingga menabrak pohon.

Mobil dan jasad sopir dibiarkan begitu saja, dan pelaku kabur naik angkutan umum ke Pangalengan. Kemudian polisi berhasil menangkap pelaku di beberapa lokasi, yaitu Pangalengan, Bekasi dan Jonggol.

Menurut Kapolresta, pelaku utama inisial E masih di bawah umur. “Yang menarik adalah, pelaku utama itu saudara E masih di bawah umur,” kata dia.

Hasil pemeriksaan petugas, pelaku berasal dari dua kota berbeda, dipertemukan dalam aplikasi jejaring sosial yang identik bagi perempuan penyuka sesama jenis.

“Terdapat hubungan yang sangat erat karena mereka bertemu beberapa dari wilayah yang jauh, menggunakan aplikasi Her,” kata Hendra.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 338 dan Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun hingga seumur hidup. Mereka kini ditahan di sel Mapolresta Bandung.


Editor : Faieq Hidayat