get app
inews
Aa Text
Read Next : Laga Persib vs PSM Main di Mana? Ini Jadwal Lengkapnya di Super League

Begini 16 Adegan Keji Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga oleh Bobotoh

Rabu, 26 September 2018 - 18:33:00 WIB
Begini 16 Adegan Keji Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga oleh Bobotoh
Rekonstruksi salah satu adegan penganiayaan terhadap Haringga Sirila di areal parkir Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (26/9/2018). (Foto: Sindonews/Agus Warsudi)

BANDUNG, iNews.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan terhadap Haringga Sirila (23) di areal parkir Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung, Rabu (26/9/2018). Rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui peran dari delapan tersangka yang sudah ditangkap polisi.

Selain penyidik Satreskrim, rekonstruksi juga dihadiri tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung dan tim kuasa hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak. Sebanyak 175 personel dari Satuan Sabhara Polrestabes Bandung, Dalmas Polda Jabar, dan Prabu Tactical Team disiagakan untuk mengamankan proses rekonstruksi kasus.

Kedelapan tersangka melakukan sekitar 16 adegan. Rekonstruksi diawali dengan adegan saksi, Adang Ali yang melihat aksi sweeping yang dilakukan sejumlah Bobotoh terhadap Haringga. Bobotoh merampas HP dan dompet korban. Dari sini, oknum Bobotoh mengetahui bahwa Haringga merupakan anggota The Jakmania. Mereka kemudian berteriak, “ada The Jak, ada The Jak”.

Saksi Adang Ali melihat korban kemudian dipukuli, ditendang, dan diinjak-injak oleh sejumlah Bobotoh sambil digiring ke tempat tukang bakso cuangki. Adang sudah mengingatkan agar Bobotoh menghentikan penganiayaan terhadap korban. Namun peringatan itu tidak digubris.

Mereka terus memukuli korban. Adegan selanjutnya, salah seorang tersangka yakni BU memukul kepala korban menggunakan potongan pipa besi per sebanyak tiga kali. Adegan keempat, tersangka lain yaitu, SA memukul wajah bagian kiri korban menggunakan tangan kiri. SA kemudian memukul punggung korban menggunakan kerkling.

Kemudian, tersangka lainnya lagi yakni DS menendang kepala Haringga menggunakan kaki kiri dan kanan sebanyak dua kali. Tersangka keempat yakni GO, memeragakan adegan keenam. Korban yang sudah tertelungkup, ditendang punggungnya dua kali olehnya.

Saksi Dede Supriadi melihat korban tertelungkup dan bersimbah. Dede berusaha melerai tetapi dipukuli oleh para pelaku. "Nggeus, nggeus, ulah. tapi Bobotoh masih saja memukuli korban. Karena khawatir jadi sasaran penyerangan, saya akhirnya meninggalkan korban," kata Dede.

Tersangka berikutnya yakni CE memukuli kepala dan pipi korban menggunakan tangan kosong. CE melayangkan pukulan lebih dari lima kali. Dia lalu dua kali menendang pinggang korban. Pelaku pun membakar stiker kelompok suporter milik korban. "Duruk stiker Persija," teriak CE.

Setelah itu pelaku kembali menendang pinggang korban. Tak hanya itu, CE memukul punggung korban menggunakan potongan kayu.

Siksaan terhadap korban belum berhenti. Adegan selanjutnya diperagakan tersangka AD yang menendang punggung korban dua kali. Dia pun menendang perut korban dua kali. Setelah itu pelaku mundur dan kembali menendang dua kali punggung korban.

Setelah korban telentang, pelaku lain yakni DA dua kali menginjak perut korban. CE kembali menendang dua kali ke kaki korban. Dia lalu merekam adegan sadis saat Bobotoh memukul tubuh dan kepala korban menggunakan balok kayu. Saat itu korban sudah bersimbah darah dan tidak bergerak.

Tersangka 8 yakni JO, memukul korban menggunakan tangan kosong. JO juga menendang korban. Namun, dalam rekonstruksi itu JO menolak memeragakan adegan itu. Dia mengaku tak menendang dan memukul korban. Meski begitu, adegan tetap dilakukan dengan peran pengganti. Perbuatan JO dilihat CE dan DA.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku JO, CE, dan DA ngopi. Adegan paling sadis dilakukan oleh Bobotoh dalam adegan ke-13, namun pelakunya belum tertangkap. Usai disiksa korban diseret oleh dua pelaku yang juga belum diketahui identitasnya. Adegan rekonstruksi diakhiri dengan ditinggalkannya korban tergeletak, tewas bersimbah darah.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut