Banjir Kepung Karawang, 9.770 Warga Masih Mengungsi

Muhammad Fida Ul Haq ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 10:30 WIB
Banjir Kepung Karawang, 9.770 Warga Masih Mengungsi
Anak-anak bermain banjir di Karawang, Jumat (21/2/2020) (Foto: iNews/Fahruddin)

KARAWANG, iNews.id - Banjir merendam rumah yang dihuni 15.734 Kepala Keluarga (KK) atau 47.670 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ada 14 kecamatan yang tergenang banjir.

Kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kutawaluya, Jayakerta, Cilebar, Rengasdengklok, Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, Karawang Timur, Pedes, Karawang Barat, Cikampek, Teluk Jambe dan Cilamaya Wetan. Di antara wilayah itu, kecamatan Rengasdengklok paling terdampak kejadian banjir ini.

"Dari jumlah warga yang terdampak di kabupaten sebanyak 3.111 KK atau 9.770 jiwa mengungsi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/2/2020).

Agus mengatakan banjir dipicu oleh berbagai faktor seperti intensitas hujan tinggi di wilayah Karawang, drainase yang buruk serta sumbatan sampah pada Sipon.

"Dalam bahasa teknik, sipon adalah saluran sungai yang dibangun di bawah permukaan sungai," kata Agus.

BPBD setempat dibantu dengan dengan instansi terkait lainnya telah melakukan upaya evakuasi sejak Senin (24/2/2020). Tenda dan dapur umum dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka yang mengungsi.

"Mereka juga menerima bantuan logistik permakanan dan selimut," jelasnya.

Dari data sementara, kerugian materiil yaitu 14.808 unit rumah yang terendam banjir, 3 masjid, 1 sekolah dan 842 hektar sawah. Perkiraan nilai kerugian senilai Rp179 juta.

Catatan BNPB melalui Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Kabupaten Karawang memiliki historis bencana banjir dilihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada 2016 banjir besar mengakibatkan 71.333 jiwa terdampak dan 10.272 rumah terendam di wilayah Kecamatan Karawang Barat.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq