get app
inews
Aa Text
Read Next : Cilacap Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, 6 Rumah Rusak Tertimbun

Banjir Kepung 6 Kecamatan di Cirebon, Ribuan Rumah Terendam Air 1 Meter

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:32:00 WIB
Banjir Kepung 6 Kecamatan di Cirebon, Ribuan Rumah Terendam Air 1 Meter
Banjir kiriman merendam ribuan rumah di Kabupaten Cirebon. Bencana itu melanda enam kecamatan. (Foto: inews)

CIREBON, iNews.id – Ribuan rumah di enam kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir pada Jumat (13/2/2026) pagi. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari. 

Ketinggian air bervariasi antara 60 sentimeter hingga satu meter. Berdasarkan data di lapangan, enam kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Pangenan, Astanajapura, Lemahabang, Gunungjati, Waled, dan Kecamatan Plered. 

Kondisi cukup parah terpantau di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan. Pemukiman penduduk yang berada tak jauh dari Sungai Singaraja ini terendam banjir setinggi satu meter. 

Air mulai masuk ke pemukiman pada dini hari tadi saat sebagian besar warga sedang tertidur pulas. Akibatnya, banyak warga yang tak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga mereka dari rendaman air disertai lumpur. 

"Air datang tiba-tiba pas dini hari, jadi banyak barang-barang yang tidak sempat dipindahkan. Semuanya basah terendam," kata Wati, salah seorang warga Desa Pangarengan. 

Banjir tahunan yang kerap melanda wilayah timur dan utara Cirebon ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Kondisi diperparah dengan luapan sungai-sungai besar yang mendapat kiriman air dari wilayah hulu di Kabupaten Kuningan. 

Debit air yang luar biasa membuat tanggul sungai tak lagi mampu menampung beban, hingga air meluber ke pemukiman warga. Warga pun hanya bisa pasrah menghadapi bencana yang terus berulang tanpa ada solusi permanen dari pemerintah.

Hingga Jumat siang, banjir dilaporkan masih merendam ribuan rumah warga dan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Pemantauan di sejumlah titik sungai menunjukkan debit air masih tinggi dan mendekati bibir tanggul. 

Masyarakat kini sangat berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun provinsi. Warga mendesak dilakukannya normalisasi sungai agar banjir disertai lumpur tidak terus menghantui mereka setiap kali musim hujan tiba.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut