Banjir Karawang Tak Pernah Selesai, Dedi Mulyadi Minta Warga Mau Direlokasi
KARAWANG, iNews.id – Banjir Karawang kembali meluas dan merendam ribuan rumah warga. Salah satu titik terparah berada di kawasan Karang Ligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 3 meter.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan banjir Karawang di kawasan cekungan seperti Karang Ligar tidak akan pernah selesai meskipun dilakukan perbaikan infrastruktur. Karena itu, dia meminta masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Menurut Dedi, Karang Ligar merupakan daerah cekungan yang secara geografis rawan banjir. Bahkan, rumah contoh yang dibangun dengan ketinggian 2,5 meter dari permukaan tanah pun masih terendam saat banjir besar melanda kawasan tersebut.
Dedi mengakui relokasi bukan perkara mudah. Namun, langkah tersebut dinilai menjadi satu-satunya solusi jangka panjang untuk mengakhiri siklus banjir Karawang yang terus berulang setiap tahun.
“Masyarakat kan waktu banjir mau relokasi, begitu surut tidak mau relokasi. Ini kan problem. Saya dan bupati sudah sepakat, gak ada jalan lain selain relokasi,” ujar Dedi, Sabtu (24/1/2026).
Dia menyebutkan, Pemprov Jabar bersama Bupati Karawang telah sepakat untuk mendorong relokasi warga terdampak. Meski demikian, pendekatan persuasif kepada masyarakat masih perlu dilakukan agar kebijakan tersebut dapat diterima.
Sementara itu, banjir Karawang yang telah berlangsung hampir sepekan ini merendam ribuan rumah di Kecamatan Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur. Debit air meningkat akibat hujan lokal dan kiriman dari wilayah hulu.
Di sejumlah permukiman padat penduduk, ketinggian air bervariasi antara satu meter hingga hampir dua meter. Bahkan, di beberapa titik, banjir merendam rumah warga hingga menyentuh atap bangunan.
Editor: Donald Karouw